Nusantara

Angka Pengangguran di Sultra Capai 61 Ribu

INDOPOSCO.ID – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Tenggara La Ode Muhammad Ali Haswandy mengatakan jumlah pengangguran mencapai 61 ribu orang selama pandemi Covid-19.

“Kalau di BPS kemarin itu angka pengangguran 4,58 persen atau kurang lebih sekitar 61 ribu orang,” kata La Ode seperti dikutip Antara, Selasa (25/5/2021).

Ia menyampaikan, angka pengangguran di daerah tersebut meningkat sejak adanya wabah virus corona. Dari 61 ribu, sekitar 9,2 persen sudah mengikuti pelatihan kompetensi. Sebagian besar mereka yang menganggur terkena dampak pandemi Covid-19 sehingga terpaksa dirumahkan, termasuk mereka yang baru lulus namun terbatasnya lapangan pekerjaan.

“Kita kan pernah di Februari tahun 2020 itu pengangguran kita 3,17 persen, naik setelah pandemi ini menjadi 4,58 persen,” ujar dia.

Menurut dia, selain karena adanya pendemi Covid-19, salah satunya penyebab meningkatkatnya jumlah pengangguran adalah mereka tidak memiliki kompetensi atau skil. Sehingga upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan calon pekerja yaitu dengan pelatihan berbasis kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

“Kenapa tidak terserap lapangan pekerjaan karena salah satunya itu terkait dengan kompetensi mereka. Artinya masih banyak harus dilatih,” tambahnya.

Tak sampai di situ, setelah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi, pihaknya juga berharap nantinya para pencari kerja dapat membantu penempatan kerjanya.

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari La Ode Haji Polondu mengaku pihaknya selalu berkomitmen akan mempersiapkan tenaga kerja terampil sesuai dengan kebutuhan dunia industri, dan mampu mengisi lapangan kerja ataupun membuka lapangan kerja dengan berwirausaha mandiri bermodalkan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan di BLK Kendari.

“Menunjang hal itu, kami di BLK Kendari tidak memungut biaya bagi siswa yang ingin mengikuti pelatihan dan kami justru menyiapkan setiap siswa berupa seragam, alat tulis, uang transport, makan siang serta sertifikat” kata mantan Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) itu. (wib)

Sponsored Content
Back to top button