Nusantara

Berapa Pasien Isoman yang Meninggal? Sek Dinkes Kota Serang : Saya Nggak Hapal

INDOPOSCO.ID – Perkembangan Covid-19 di wilayah Kota Serang, Banten masih mengalami peningkatan. Warga diminta untuk mematuhi anjuran Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat guna meminimalisir penularan.

Sebab sejauh ini, masih ditemukan warga di pinggiran kota belum tertib menjalankan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, keanehan muncul justru dari Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Hikmat Sumantri yang tidak tahu data pasien isolasi mandiri (isoman) meninggal dunia.

Padahal sebelumnya, Wali Kota Serang mendapatkan laporan bahwa banyak pasien isoman di Kota Serang yang meninggal dunia.

“Saya nggak hapal itu yang (meninggal, red) isoman. (Data, red) Ada di Kantor tertinggal, takut salah saya sampaikan. Iya kan daripada salah, untuk masyarakat disampaikan kan,” kata Hikmat saat ditemui di Diskominfo Kota Serang, Senin (19/7/2021).

Ia mengakui, kasus terkonfirmasi positif dalam awal penerpan PPKM Darurat mengalami lonjakan. “Kalau awal-awal iya, makanya diberlakukan PPKM Darurat dan percepatan pemberian vaksin, prokes. Mudah-mudahan semua itu bisa terlaksana. Kita sudah bosan dengan kondisi seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan data 18 Juli 2021, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 90 orang. Hal itu dapat dilihat dari sebaran kasus per kecamatan.

Seperti di Kecamatan Walantaka, pasien yang isoman 51, yang dirawat tidak ada, yang meninggal 5. Di Kecamatan Taktakan, isolasi mandiri 238, yang sembuh 587, yang dirawat tidak ada, yang meninggal 21.

Kemudian di Kecamatan Curug, isolasi mandiri 10, sembuh 63, dirawat tidak ada, meninggal 3. Kecamatan kasemen, isolasi mandiri 19, yang smebuh 37, dirawat nol, meninggal 1.

“Kecamatan Serang, isolasi mandiri 421, sembuh 1.231, dirawat 14, meninggal 42. Kecamatan Cipocok, isoman 191, sembuh 517, dirawat 5, meninggal 18,” jelasnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button