Nasional

Aneh! PJJ Terapkan Pembelajaran Langsung, Ini Kata Pengamat

INDOPOSCO.ID – Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menegaskan, kampanye pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset, Teknologi (Kemendikbudristek) terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) selalu negatif.

Padahal, kondisi darurat saat ini PJJ jauh lebih efektif. Dari sejumlah survei menyebut bahwa sekolah dengan PJJ hasilnya jauh lebih baik dari sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Jadi Kemendikbudristek selalu berkampanye tanpa PTM hasilnya akan negatif,” kata Indra Charismiadji dalam acara daring, Rabu (14/7/2021).

Menurut dia, seharusnya pemerintah sejak pandemi 2020 lalu telah mempersiapkan PJJ agar menjadi efektif. Namun, di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset, Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim implementasi kebijakan sangat lamban.

“Pelaksanaan pendidikan di kondisi darurat saat ini seakan-akan biasa saja. Ini sangat berbahaya, dan kalau prosesnya seperti itu, jelas terjadi learning loss,” terangnya.

“Bukannya bonus demografi tapi bencana demografi,” imbuhnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, pemerintah seharusnya mulai mempersiapkan agar masyarakat beradaptasi dengan PJJ. Tentu, dengan pelaksanaan yang berbeda.

“Belajar dengan digital caranya berbeda dengan cara tradisional. Yang sekarang ini alatnya digital tapi caranya tradisional,” ucapnya.

Ia menyebut, PJJ sebelumnya guru menggunakan aplikasi digital tapi hanya memberikan materi belajar berjam-jam. Dalam dua menit saja, menurut dia, anak-anak pasti bosan.

“Anak-anak pasti sudah buka aplikasi game atau aplikasi lain, mereka bosan. Caranya tidak seperti itu. Bukan dengan pembelajaran langsung,” ujarnya.

Selama pandemi, dikatakan Indra, Kemendikbudristek, tidak pernah menyiapkan sumber daya manusia (SDM). Mereka terus beranggapan situasi saat ini biasa-biasa saja.

“Justru mereka mengatakan kalau tidak PTM hasilnya negatif (jelek),” katanya.
(nas)

Sponsored Content
Back to top button