Nasional

Abdee Slank, Komisaris Telkom Pendukung Ekonomi Kreatif di Era 4.0

INDOPOSCO.ID – Salah satu komisaris baru PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang diangkat adalah Abdi Negara Nurdin, sosok gitaris grup band Slank.

Mungkin masyarakat hanya mengenai Abdee “Slank”, begitu panggilan akrab pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 28 Juni 1968 itu, sebagai seorang musisi. Namun jika melihat perjalanan kariernya lebih rinci, ternyata Abdee “Slank” bukan hanya berkecimpung dalam dunia musik namun juga pernah menggeluti dunia usaha.

Abdee Slank yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako ini menjadi Co-Founder PT Hijau Multi Kreatif, kemudian Founder dari Maleo Music, Co-Founder – Produser Give.ID, Komisaris di PT Sugih Reksa Indotama, dan PT Nagara Sains Ekosistem.

Abdee juga pernah menjadi Co-Founder Importmusik.com, sebuah perusahaan digital media-musik distribution. Pengalamannya dalam perusahaan ini kemungkinan akan berperan penting sebagai Komisaris Independen Telkom.

Abdee Slank juga merupakan sosok musisi yang sangat mendukung industri ekonomi kreatif menjadi industri andalan bagi Indonesia dalam mengejar ketertinggalan.

Menurut dia, saat dunia memasuki Industri 4.0 di mana semua mesin-mesin dan sharing informasi menjadi otomatis maka yang akan bertahan adalah industri kreatif.

Kreativitas sebuah ide dan gagasan yang lahir dari pemikiran insan manusia tidak bisa digantikan oleh mesin, sehingga pemerintah harus mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif.

“Jika Indonesia ingin mengejar ketertinggalan untuk mencapai negara maju dalam bidang industri maka industri kreatiflah satu-satunya industri yang bisa mengejar ketertinggalan tersebut,” kata Abdee seperti dikutip Antara, Minggu (30/5/2021).

Industri kreatif saling berkaitan, misalnya musik hampir digunakan di semua subsektor ekonomi kreatif. Abdee mencontohkan bahwa industri musik berhubungan dengan salah satu platform e-commerce, sehingga pemusik bisa mempelajari arah bisnisnya ke depan.

Lalu apa saja pekerjaan rumah (PR) yang akan dihadapi Abdee sebagai Komisaris Independen Telkom dan bagaimana pandangannya terhadap industri ekonomi kreatif Indonesia?

Beberapa pekan sebelum RUPST Telkom melakukan perubahan susunan pengurus perseroan, Menteri BUMN Erick Thohir ingin mendorong Telkom dan Telkomsel sebagai aggregator bagi konten-konten lokal baik musik, film dan karya-karya kreatif lainnya.

Peran Telkom dan Telkomsel sebagai aggregator bagi film lokal di sini adalah dengan menyiarkan, membeli hak ciptanya, serta turut membantu promosi dan distribusi.

Rencana Telkom dan Telkomsel sebagai aggregator bagi film-film Indonesia bertujuan untuk menciptakan market driven, di mana nanti distribusi dan pembelian film serta konten dari komunitas yang dibiayai oleh BUMN Produksi Film Negara atau PFN, akan dilakukan oleh Telkom.

Pemilihan Abdee Slank sebagai Komisaris Independen Telkom yang baru dinilai tepat jika dikaitkan dengan tugas mendorong Telkom-Telkomsel sebagai aggregator konten kreatif. Hal ini melihat dari pengalamannya sebagai salah satu pendiri Importmusik.com, sebuah portal musik Indonesia.

Bersama dengan para musisi Tanah Air yakni Anang Hermansyah, Indra Lesmana, Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif/Bekraf periode 2015-2019), Abdee Slank ikut mendirikan perusahaan digital media-musik distribution sekaligus aggregator musik Indonesia tersebut pada 2005.

Dilansir dari situs resmi Importmusik.com, Importmusik.com atau IM:port didirikan sebagai wadah untuk menampung hasil karya cipta lagu yang berasal dari semua kalangan tanpa memandang jenis aliran musik, genre musik, dan status seniman yang terlibat di dalamnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button