INDOPOSCO.ID – Kondisi fasilitas kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi kembali menjadi perhatian Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI. Anggota Timwas Haji sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyoroti perlunya modernisasi sarana kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan Madinah.
Hal tersebut disampaikan Nihayatul usai melakukan peninjauan langsung ke Kantor KKHI Makkah, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan sejumlah alat kesehatan yang dinilai sudah usang dan perlu segera diremajakan demi menunjang pelayanan medis yang lebih optimal bagi jemaah haji Indonesia.
“Alat-alat kesehatan kita masih perlu diremajakan lagi, baik di KKHI Makkah maupun Madinah, sehingga pelayanan kesehatan untuk jemaah semakin lebih baik,” ujar Nihayatul, sebagiamana dilansir dari laman DPR RI.
Tak hanya alat kesehatan, kondisi armada ambulans juga menjadi sorotan serius. Menurutnya, sebagian besar ambulans yang saat ini digunakan sudah berusia tua sehingga kemampuan operasionalnya sangat terbatas, terutama untuk menjangkau lokasi yang jauh.
“Kita juga mendapatkan masukan terutama untuk ambulans. Karena ambulans yang ada ini sudah cukup tua, sehingga untuk operasional sudah sangat terbatas,” katanya.
Nihayatul menilai keterbatasan armada medis tersebut berpotensi menghambat penanganan cepat terhadap jemaah yang membutuhkan rujukan medis, terlebih menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji mengingat mayoritas jemaah Indonesia berasal dari kelompok lanjut usia dan kategori risiko tinggi.
Dalam kesempatan itu, Nihayatul juga menyempatkan diri menemui sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan di KKHI. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien telah menunjukkan perkembangan positif dan diperbolehkan kembali ke pemondokan.
“Kebanyakan pasien sudah diizinkan pulang dalam kondisi membaik,” ujarnya.
Meski demikian, Politisi PKB tersebut menegaskan bahwa pembenahan sistem layanan kesehatan haji tidak bisa ditunda lagi. Ia menilai modernisasi alat kesehatan dan penambahan armada ambulans merupakan kebutuhan mendesak agar pelayanan medis bagi jemaah dapat berjalan lebih cepat, responsif, dan maksimal.
Selain itu, DPR RI melalui Komisi IX disebut akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan kesehatan haji sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji pada musim berikutnya. (dil)










