INDOPOSCO.ID – Kegiatan silaturahmi dibungkus halalbihalal dimanfaatkan masyarakat mengisi momentum lebaran. Salah satunya dilakukan keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah di Jakarta.
Ketua Panitia halalbihalal keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Deni Naufal mengungkapkan, momentum halalbihalal dapat menjadi sarana saling mengenal.
“Acara ini rutin diselenggarakan setiap tahun. Dan ayah saya putra ke-11 keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, yang menjadi penyelenggara tahun ini,” ujar Deni ditemui indoposco.id di Senayan, Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Ia menuturkan, penyelenggaraan halal bihalal tahun ini diselenggarakan di aula masjid DPR RI.
“Kebetulan tahun ini acara di aula masjid Baiturrahman DPR/ MPR RI yang memiliki historis keluarga H. Mukhayar dan Hj. Hamidah. Bahwa tanah ini (kompleks DPR RI,red) ini dulunya milik kakek buyut (H. Mukhayar dan Hj. Hamidah,red) kami,” ungkapnya.
Ia menyebut, keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah kini memiliki 6 keturunan dengan 1.108. Dengan pelaksanaan halalbihalal di kompleks Senayan, menurutnya, anak, cucu dan cicit keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah dapat mengetahui sejarah asal-usulnya.
“Ini loh tanah leluhurnya mereka (anak, cucu dan cicit keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah). Kami juga mengenalkan foto-foto anak-anak H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, agar keturunan bisa tahu,” terangnya.
Dikatakan dia, dari acara halalbihalal tersebut, anak, cucu dan cicit keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah bisa saling support, baik di bidang ekonomi dan lainnya.
“Sudah banyak keluarga H. Mukhayar dan Hj. Hamidah yang sukses, tapi selama ini mungkin mereka tidak saling mengenal. Siapa punya usaha apa, profesi apa dan lainnya. Harapannya mereka di acara ini bisa saling mengenal,” katanya.
Di tempat yang sama, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) era Presiden Joko Widodo yang merupakan cucu H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Khairul Anwar mengaku bangga, bahwa penyelenggaraan acara halal bihalal keluarga besar H. mukhayar dan Hj. Hamidah dapat dilakukan di masjid Baiturrahman, DPR/ MPR RI.
“Di tanah ini dulu kakek, nenek kami H. Mukhayar dan Hj. Hamidah dilahirkan. Bahkan saya pun di lahirkan di sini. Ini suatu kenangan tersendiri bagi kami dan keluarga,” kata Khairul.
“Mudah-mudahan silaturahim keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah bisa dilakukan terus sampai generasi-generasi berikutnya,” imbuhnya.
Hal yang sama diungkapkan Dokter spesialis bedah Rumah Sakit Pelni Jakarta yang juga cucu H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Andi Khoirurofiq. Ia mengatakan, halal bihalal menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah.
“Kami keluarga besar, jadi acara halalbihalal ini menjadi momentum untuk saling mengenal dan mempererat tali silaturahmi,” ujar Andi.
Ia menuturkan, dalam adat Betawi saling mengunjungi menjadi momentum halalbihalal saat lebaran. Namun karena jumlah keluarga besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah banyak, maka dilakukan halalbihalal di satu tempat.
“Acara ini sudah disepakati setiap Lebaran minggu ketiga. Jadi karena jumlah kami sudah banyak, makanya kami gelar halalbihalal ini. Rutin setiap tahun,” katanya.
“Kami di acara bisa bernostalgia dan saling mengenal, apalagi kami semua sibuk dengan rutinitas sehari-hari,” imbuhnya. (nas)








