INDOPOSCO.ID – Di tengah tantangan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan, langkah tak biasa datang dari pembangkit batu bara. Alih-alih sekadar menekan emisi, PT PLN Nusantara Power justru menjajaki teknologi karbon negatif melalui kolaborasi strategis dengan VOGO-ARSTROMA.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (memorandum of undertanding/MoU) di Jakarta, Kamis (9/4/2026), sebagai langkah konkret mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 Indonesia lewat pemanfaatan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) berbasis membran di unit pembangkit PLN NP.
Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power, M. Irwansyah Putra, mengatakan kolaborasi ini bukan sekadar penjajakan teknologi, tetapi fondasi transformasi pengelolaan emisi di pembangkit.
“Ini momentum penting dalam mengembangkan solusi dekarbonisasi yang inovatif di sektor pembangkitan. Kami ingin eksplorasi CCUS dilakukan terstruktur, dari studi kelayakan hingga pilot project,” ujarnya.
Teknologi yang dijajaki merupakan membrane-based carbon capture, yang mampu menangkap emisi karbon dengan konsumsi energi lebih rendah dan dapat diterapkan mulai skala kecil hingga besar. Karakter ini dinilai cocok untuk diterapkan bertahap di berbagai unit pembangkit PLN NP.
Ruang lingkup kerja sama meliputi studi kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan, pengembangan proyek percontohan, pertukaran data operasional, hingga peningkatan kapasitas SDM di bidang manajemen karbon.
Tak hanya itu, PLN NP juga menekankan aspek lokalisasi teknologi melalui peningkatan TKDN, sehingga kerja sama ini diharapkan mendorong tumbuhnya industri dalam negeri berbasis teknologi karbon.
Presiden Direktur VOGO-ARSTROMA, Kwon Jeong-sang, menyebut MoU ini sebagai awal kemitraan strategis jangka panjang.
“Kami tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga membangun industri. Indonesia punya potensi menjadi basis produksi dan ekspor solusi karbon ke pasar global,” ungkapnya.
VOGO-ARSTROMA merupakan representasi dari Arstroma Co. Ltd., Korea Selatan, yang telah mengimplementasikan teknologi ini di berbagai proyek internasional, termasuk bersama Korea Electric Power Corporation.
Perusahaan ini berkomitmen membangun pilot plant di Indonesia serta mengembangkan ekosistem manufaktur lokal untuk teknologi CCUS.
Langkah ini menunjukkan pendekatan baru dalam transisi energi. Alih-alih mematikan pembangkit batu bara secara drastis, PLN Nusantara Power mencoba mengubahnya menjadi bagian dari solusi dekarbonisasi melalui teknologi penangkapan karbon.
Jika berhasil diimplementasikan, teknologi ini tidak hanya menekan emisi, tetapi berpotensi menciptakan karbon negatif, di mana emisi yang ditangkap lebih besar dari yang dilepaskan.
Kolaborasi PLN NP dan VOGO-ARSTROMA diharapkan menjadi tonggak penting transformasi sektor energi nasional menuju sistem yang lebih bersih, berkelanjutan, sekaligus berdaya saing global dalam pengembangan solusi karbon terintegrasi. (srv)










