INDOPOSCO.ID – Memasuki pekan kedua April 2026, harga plastik kemasan di Jakarta merangkak naik imbas memanasnya konflik Timur Tengah, dengan Jakarta Barat (Jakbar) tercatat sebagai wilayah terdampak paling signifikan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah atau PPKUKM Elisabeth Ratu Rante Allo menyatakan, bahwa kenaikan itu terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang.
“Secara umum, kenaikan harga plastik di Jakarta berada pada kisaran 30 persen hingga 40 persen,” kata Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia mengemukakan, plastik kemasan makanan/minuman (PET) juga mengalami kenaikan merata sekitar kurang lebih 35 persen menjadi Rp22.000 per pak. Kenaikan tertinggi terjadi di Jakarta Barat.
Plastik polyethylene (PE) mengalami kenaikan dengan variasi antar wilayah, rata-rata mengalami kenaikan sebesar kurang lebih 30 persen menjadi Rp21.000 per pax. Lonjakan signifikan terjadi di Jakarta Barat, sementara di Jakarta Selatan relatif stabil.
“Secara kewilayahan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara menunjukkan kenaikan harga yang cenderung lebih tinggi dibanding wilayah lainnya,” ujar Elisabeth Ratu Rante Allo.
Kenaikan harga itu mengindikasikan adanya tekanan pada sisi pasokan dan distribusi, serta kemungkinan peningkatan permintaan di pasar.
Ia menambahkan, kenaikan harga plastik ini lebih disebabkan struktur industri plastik global yang masih sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah. “Konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz, turut mengganggu rantai pasok global pada produk plastik,” imbuh Elisabeth Ratu Rante Allo.
Mengingat, wilayah Timur Tengah menjadi salah satu pusat produksi petrokimia dunia karena ketersediaan minyak dan gas sebagai bahan baku utama. Dari kawasan itu diproduksi berbagai resin (biji plastik) utama seperti Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), dan Polystyrene (PS). (dan)








