• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Strategi Besar PHR: MNK Disiapkan Jadi Game Changer Energi Nasional

Dilianto - Editor Dilianto -
Kamis, 9 April 2026 - 14:14
in Ekonomi
pertamina

Pekerja migas menaiki rig pengeboran di Wilayah Kerja Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan. Perusahaan terus mendorong pengembangan migas non-konvensional (MNK) sebagai strategi menjaga keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional. Foto Dokumen PHR

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah tantangan penurunan produksi dari lapangan migas konvensional yang kian menua, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mulai menggeser arah strateginya. Fokus kini diarahkan pada pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK), yang diyakini mampu menjadi tulang punggung baru ketahanan energi nasional.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, dalam forum energi bergengsi Offshore Technology Conference Asia 2026 di Kuala Lumpur.

BacaJuga:

Menkop Resmikan Operasional Kopdes Merah Putih di Atuka Papua Tengah, sebagai Pelopor Nasional

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia dalam Daftar “Global 500 2026” Versi Brand Finance, Corporate Rebranding Jadi Kunci Penguatan Posisi di Panggung Global

PHI Kukuhkan Peran di Hulu Migas dengan 6 PROPER Hijau 2025

Dalam pemaparannya, Arifin menegaskan bahwa perubahan lanskap industri migas menuntut langkah berani dan terukur.

“Dengan kondisi produksi lapangan tua yang terus menurun, pengembangan migas non-konvensional bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis. MNK berpotensi menjadi game changer dalam memperkuat portofolio energi masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Arifin.

Langkah ini bukan tanpa dasar. PHR menemukan potensi besar di sub-cekungan North Aman, yang diperkirakan menyimpan hingga 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO). Angka ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu harapan baru yang selama ini belum tergarap optimal di Indonesia.

Tak hanya sebatas potensi, PHR juga telah membuktikan keberadaan hidrokarbon melalui pengeboran eksplorasi dengan metode horizontal dan uji alir. Hasil ini menjadi titik awal penting dalam membuka jalan pengembangan MNK di Wilayah Kerja Rokan.

Saat ini, perusahaan tengah memasuki tahap lanjutan melalui proses appraisal, dengan rencana pengeboran horizontal lanjutan dan penerapan teknologi multi-stage fracturing. Tahapan ini akan menjadi fondasi menuju pengembangan skala penuh.

Namun, perjalanan menuju MNK tidak sepenuhnya mulus. Arifin menyoroti bahwa tantangan terbesar justru datang dari faktor di atas permukaan.

“Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi yang masih tinggi, dukungan regulasi dan fiskal yang kompetitif, hingga kesiapan infrastruktur dan penguatan kemampuan dan pengalaman. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” jelasnya.

Untuk itu, PHR menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, operator, dan mitra strategis demi menciptakan ekosistem MNK yang solid dan berdaya saing.

Secara roadmap, PHR telah menyusun tahapan pengembangan yang ambisius. Dimulai dari target kontrak bagi hasil (PSC) pada kuartal II 2026, dilanjutkan pengeboran appraisal di akhir tahun, hingga target produksi awal pada 2028. Pengembangan skala besar direncanakan berlangsung setelah 2030, dengan puncak produksi diproyeksikan pada 2037.

“Kami optimistis Indonesia siap beralih dari tahap pilot menuju pengembangan MNK yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, MNK akan menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan,” tutupnya.

Dalam forum yang sama, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, turut menegaskan bahwa energi hidrokarbon masih memegang peran vital di tengah meningkatnya kebutuhan energi global.

“Sebagai respons atas tantangan tersebut, PHE mengusung strategi pertumbuhan ganda atau dual growth strategy. Pendekatan ini menggabungkan penguatan bisnis hulu migas dengan pengembangan energi rendah karbon,” jelas Awang.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Mery Luciawaty, menyoroti pentingnya transformasi menuju energi berkelanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Melengkapi diskusi, Pertamina Drilling Services Indonesia melalui perwakilannya Ahmad Burhan Noviaris memaparkan penerapan Integrated Project Management (IPM) untuk meningkatkan efisiensi operasi. Dengan dukungan 57 rig dan lebih dari 110 layanan pengeboran, pendekatan ini dinilai mampu memperkuat daya saing industri hulu migas nasional.

Melalui langkah-langkah ini, PHR menegaskan posisinya sebagai motor transformasi sektor hulu migas, sekaligus membuka jalan bagi masa depan energi Indonesia yang lebih berkelanjutan. (her)

Tags: Migas Non KonvensionalPHRPT Pertamina

Berita Terkait.

Menkop
Ekonomi

Menkop Resmikan Operasional Kopdes Merah Putih di Atuka Papua Tengah, sebagai Pelopor Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 16:48
bri
Ekonomi

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia dalam Daftar “Global 500 2026” Versi Brand Finance, Corporate Rebranding Jadi Kunci Penguatan Posisi di Panggung Global

Kamis, 9 April 2026 - 16:18
phi
Ekonomi

PHI Kukuhkan Peran di Hulu Migas dengan 6 PROPER Hijau 2025

Kamis, 9 April 2026 - 16:08
uang
Ekonomi

Tak Terpengaruh Konflik Dunia, Tabungan Haji Kian Menguat

Kamis, 9 April 2026 - 15:45
kai
Ekonomi

Jaga Ketahanan Energi Nasional, KAI Angkut 4,63 Juta Ton Batu Bara pada Maret 2026

Kamis, 9 April 2026 - 14:49
bc
Ekonomi

Dari Yogyakarta, PT Taru Martani Ekspor 1.200 Batang Cerutu ke Tailan

Kamis, 9 April 2026 - 13:03

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.