INDOPOSCO.ID – Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom menyatakan belum membatalkan rencana evakuasi staf dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, Iran, terlepas dari situasi gencatan senjata yang tengah berlangsung.
“Kami belum membatalkan evakuasi, belum waktunya untuk mengembalikan rekan-rekan kami ke sana,” kata Kepala perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, Alexey Likhachev kepada media Rusia Interfax seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (9/4/2026).
Pihaknya menyatakan bahwa meskipun situasi belum menunjukkan perubahan signifikan, kondisi di lapangan sedikit lebih kondusif sejak pengumuman gencatan senjata.
Namun, mereka juga mengungkapkan ketidakpastian mengenai keberlangsungan atau hasil akhir dari gencatan senjata tersebut karena alasan-alasan yang sudah diketahui secara umum.
“Situasi tetap tidak berubah. Tentu saja, keadaan telah sedikit mereda sejak gencatan senjata diumumkan. Kami tidak memahami bagaimana gencatan senjata ini akan berakhir, karena alasan yang jelas,” ucap Alexey Likhachev.
Dari total 639 staf Rosatom yang semula bertugas di pembangkit tersebut, sebanyak 611 personel telah dievakuasi melalui Armenia, sementara sekitar 50 sukarelawan tetap bersiaga di lokasi.
Proses evakuasi staf tersebut dari pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran telah dilakukan sejak pekan lalu, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel pernah menargetkan penyerangan tempat itu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa fasilitas nuklir Bushehr diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (4/4/2026).
Ia memperingatkan serangan AS dan Israel di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr hari ini menimbulkan risiko signifikan bagi Iran dan kawasan Teluk secara luas.
Ia juga mengkritik minimnya perhatian terhadap keselamatan wilayah negaranya, terutama jika dibandingkan dengan pengawasan ketat yang diberikan kepada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina.
“Serangan terhadap fasilitas petrokimia kami juga memiliki tujuan yang nyata,” kritik Araghchi terpisah melalui akun X pribadinya @araghchi, Sabtu (4/4/2026). (dan)








