INDOPOSCO.ID – Komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat kembali mengantarkan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) pada capaian membanggakan. Melalui anak perusahaan dan afiliasinya, PHI sukses mengamankan enam penghargaan kategori Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Penghargaan tersebut menjadi penegasan bahwa kinerja PHI tak sekadar memenuhi regulasi, tetapi telah melampaui standar kepatuhan melalui berbagai inovasi dan kontribusi nyata di lapangan.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam seremoni yang berlangsung di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa (7/4/2026).
“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Hanif dalam sambutannya.
Enam unit kerja yang membawa pulang penghargaan tersebut mencerminkan kekuatan operasional PHI di berbagai wilayah Kalimantan. Mereka adalah PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) baik Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) maupun Selatan (DOBS), serta PT Pertamina EP (PEP) di Bunyu, Tarakan, dan Sangatta—Lapangan Semberah.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyebut pencapaian ini sebagai hasil dari sinergi kuat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
“Penghargaan ini adalah buah kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat di wilayah operasi Perusahaan, dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah,” kata Sunaryanto.
Menurutnya, capaian ini sekaligus mencerminkan implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap lini operasi hulu migas yang dijalankan secara aman, andal, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menyoroti peran penting program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung keberhasilan tersebut.
“Di PHI, kami melaksanakan sejumlah program CSR unggulan yang inovatif dan berdampak, yaitu Program Akar Basah Garang dari PEP Field Tarakan, Program Mantap Betul PEP Bunyu Field, Program ECO STEP PEP Sangatta – Lapangan Semberah, Program Desa Wisata Kersik PHKT DOBU, Program Semur Cendawan PHKT DOBS, dan Program Wasteco PHM,” tutur Dony.
Beragam program tersebut hadir sebagai solusi nyata di tengah kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan. Di Sangatta, program ECO STEP mendorong efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan. Sementara di Marangkayu, penguatan ekologi diwujudkan melalui penanaman ratusan cemara udang di kawasan wisata pesisir Kersik.
Di sisi lain, inovasi berbasis pangan juga dikembangkan melalui program SEMUR CENDAWAN yang mengangkat budidaya jamur sebagai bagian dari ketahanan pangan. Upaya pengelolaan sampah pun tak luput dari perhatian, seperti gerakan AKAR BASAH di Tarakan yang melibatkan komunitas secara aktif.
Tak kalah menarik, program MANTAP BETUL BAH di Bunyu menghadirkan pendekatan pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal, sementara Wasteco dari PHM mengolah limbah organik menjadi energi terbarukan.
Dony menegaskan, berbagai inisiatif tersebut akan terus dikembangkan secara adaptif dan kolaboratif demi menjaga standar beyond compliance.
“Pencapaian keenam PROPER Hijau ini sejalan dengan komitmen Perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasi hulu migas karena kami meyakini masyarakat yang berdaya dan mandiri, serta lingkungan yang lestari akan mendukung ketersediaan dan keberlanjutan produksi migas Perusahaan bagi Indonesia untuk puluhan tahun yang akan datang,” tambah Dony.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI terus menjalankan operasional di Regional 3 Kalimantan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bersama SKK Migas, perusahaan juga aktif mendorong program sosial dan lingkungan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menjadi penanda bahwa industri hulu migas mampu berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan penguatan masyarakat—menuju masa depan energi yang berkelanjutan. (her)








