INDOPOSCO.ID – Konsistensi panjang dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan sosial kembali mengantarkan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meraih PROPER Emas. Penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup ini diberikan untuk Area Kamojang dan Area Ulubelu, menandai raihan ke-15 berturut-turut bagi Kamojang dan ke-4 bagi Ulubelu.
Penghargaan diserahkan di Sasono Langen Budoyo, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026) dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi perusahaan-perusahaan berpredikat Emas karena dinilai mampu mendorong kualitas penataan lingkungan sekaligus berdaya saing di tingkat global.
“Kepada perusahaan yang mendapat predikat Emas, ini kebanggaan luar biasa. Semoga mendorong kinerja di tingkat nasional dan internasional,” ujar Hanif.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani, mengatakan PROPER Emas merefleksikan cara perusahaan mengintegrasikan keunggulan teknis panas bumi dengan tanggung jawab sosial-lingkungan yang terukur.
“Setiap tetes uap panas bumi yang kami manfaatkan harus ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ini wujud kontribusi PGE pada ketahanan energi dan pangan nasional,” katanya.
Inovasi Agri-Akuakultur Panas Bumi di Kamojang
Di Kamojang, PGE mengembangkan inovasi sosial KANYAAH (Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal for All’s Harmony) yang memanfaatkan panas bumi secara direct use sejak 2013. Program ini memadukan pemanfaatan uap panas bumi dan limbah non-B3 dalam ekosistem ekonomi sirkuler berbasis pertanian dan perikanan.
Empat pilar KANYAAH meliputi GeO-Fert (pupuk organik), geothermal farming (hortikultura), geothermal fishery (kolam berpenghangat panas bumi), dan geothermal food (pascapanen). Hasilnya, 193,8 ton pupuk diaplikasikan di 12,34 hektare (ha) lahan; bobot ikan naik dari 200 gram menjadi 330 gram per ekor; dan masa panen lebih cepat 25 persen.
Program ini menjangkau 4.397 penerima manfaat, menghasilkan pendapatan masyarakat Rp3,08 miliar, SROI 5,10, reduksi emisi 146,28 ton CO₂e per tahun, serta pengurangan sampah organik 232 ton per tahun.
Dekarbonisasi dan Pemberdayaan di Ulubelu
Di Ulubelu (kapasitas 220 Megawatt (MW), sekitar 20 persen pasokan listrik Lampung), inovasi teknis STREAM (Steam Redistribution and Adjustment Method) mengoptimalkan aliran uap melalui satellite separator dan menurunkan emisi hingga 28.513 ton CO₂e. Inovasi ini meraih Best Decarbonization Program Subholding PNRE Pertamina (2024) dan Platinum ENSIA 2025.
Sisi sosial diperkuat lewat SAI BUMI JEJAMA, pemanfaatan filler menara pendingin untuk budidaya pertanian, perikanan, pupuk organik, dan melon berbasis panas bumi. Program ini menghasilkan 8 ton ikan/tahun, 674 kg sayuran/tahun, 120 ton pupuk/tahun, dengan SROI 3,9.
Ahmad Yani menegaskan, penguatan program sosial akan terus diperluas agar panas bumi tidak hanya berkontribusi pada dekarbonisasi, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat selaras dengan agenda kemandirian energi dan ketahanan pangan nasional. (srv)








