INDOPOSCO.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar optimistis seluruh kadernya di Kabinet Merah Putih tetap aman dari ancaman perombakan atau reshuffle. Keyakinan itu muncul di tengah menguatnya isu perombakan kabinet di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada April 2026.
Sejalan dengan itu, Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa hingga saat ini partainya belum menyiapkan figur baru untuk mengisi pos menteri.
“Kami yakin mudah-mudahan enggak ada yang di-reshuffle dari Partai Golkar, jadi kami tidak menyiapkan calon,” kata Sarmuji di DPP Golkar, Slipi, Jakarta dikutip Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, Golkar menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai komposisi kabinet kepada Prabowo, mengingat kepala negara paling memahami kebutuhan dan kinerja timnya.
“Kita serahkan kewenangan pada Presiden, karena Presiden paling tahu bagaimana komposisi kabinet timnya,” ucap Sarmuji.
“Bagaimana bekerja, bagaimana menambalnya kalau ada yang kekurangan, bagaimana melakukan restrukturisasi jika diperlukan. Itu kita serahkan pada Presiden saja,” tambahnya.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang mencuat baru-baru ini. Ia meminta publik untuk menunggu penjelasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait kepastian kabar tersebut.
“Tunggu saja,” ucap Teddy Indra Wijaya terpisah usai menyambut para siswa SMK Negeri 19 Jakarta dalam kunjungan perdana anak-anak sekolah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Ia memilih tidak berkomentar banyak dan hanya memberikan sinyal bahwa informasi resmi akan dipaparkan langsung oleh Presiden di waktu mendatang.
“Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” jelas mantan asisten ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu.
Perubahan terakhir di struktur kabinet terjadi pada Rabu (8/10/2025), saat Presiden Prabowo Subianto melantik dua wakil menteri Kabinet Merah Putih dan dua asisten khusus presiden, di Istana Negara, Jakarta.
Dua pejabat yang dilantik sebagai wakil menteri adalah Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) serta Benyamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes). Keduanya diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 32/M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Masa Jabatan Tahun 2024–2029. (dan)








