INDOPOSCO.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum memberikan dampak signifikan terhadap industri jasa tenaga kerja daya eksternal. Resiliensi sektor itu terjaga lantaran sebagian besar operasional penggunaannya tidak bersinggungan langsung dengan area konflik.
Menurut President Director PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Sadmiadi, stabilitas kinerja perusahaan saat ini menjadi penjamin bahwa situasi di Timur Tengah tidak akan memengaruhi posisi mereka sebagai penyedia jasa tenaga kerja.
“Kalau kinerja itu masih on track ya, itu pasti tidak akan berpengaruh pada kita sebagai penyedia layanan,” kata Sadmiadi kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Pihaknya menilai kondisi saat ini masih aman bagi industri alih daya, mengingat sebagian besar penggunanya bukan merupakan sektor yang rentan terhadap guncangan di kawasan tersebut.
“Kalau dilihat sekarang ini sih, rata-rata klien kita itu belum, belum menjadi jenis bisnis yang terdampak langsung dengan kondisi ini,” jelas Sadmiadi.
Apabila eskalasi konflik meluas dalam jangka panjang, ia belum bisa memastikan apakah stabilitas industri saat ini dapat terus bertahan. “Tapi nggak tahu ya, setahun ke depan atau dua tahun ke depan, kita belum bisa tahu,” ucap Sadmiadi.
Ia menjelaskan bahwa fokus layanan PKSS saat ini masih tertuju pada sektor perbankan, baik bank daerah maupun swasta, serta menyasar lembaga regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di samping itu, pihaknya melakukan transformasi dan inovasi teknologi untuk memastikan perusahaan tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. “PKSS berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif, adaptif,” imbuhnya.
Konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran meletus pada 28 Februari 2026. Ketegangan itu mencakup serangan udara terhadap berbagai fasilitas di Iran dan memanasnya situasi di Selat Hormuz. Kini, mereka menyepakati gencatan senjata selama dua pekan, yang dimulai 8 April 2026. (dan)








