INDOPOSCO.ID – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghormati gencatan senjata, menyusul tercapainya kesepakatan krusial antara Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (8/4/2026).
Ia tidak secara langsung menyinggung pihak mana pun, namun pelanggaran terhadap perjanjian tersebut telah dilaporkan di beberapa tempat di zona konflik, yang merusak semangat proses perdamaian.
“Diplomasi diperlukan untuk memainkan peran utama dalam penyelesaian damai konflik ini,” kata Sharif dalam akun X pribadinya @CMShehbaz, Rabu (8/4/2026).
Pakistan telah bertindak sebagai perantara antara AS dan Iran, serta menjalankan peran kunci dalam memfasilitasi gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan hari ini.
Delegasi dari Washington dan Teheran akan berangkat ke Pakistan untuk pembicaraan kesepakatan damai pada Jumat (10/4/2026). Pernyataan tersebut muncul usai dirinya mengadakan pembicaraan yang ‘hangat dan produktif’ dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
“Dalam percakapan ini, saya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kebijaksanaan dan pandangan jauh ke depan kepemimpinan Iran dalam menerima usulan Pakistan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan damai di Islamabad akhir pekan ini, yang bertujuan untuk upaya bersama kami dalam memulihkan ketenangan di kawasan ini,” jelas Sharif.
Menurutnya, Presiden Pezeshkian telah mengonfirmasi keikutsertaan Iran dalam negosiasi mendatang serta menyampaikan apresiasi dan harapan baik kepada pemerintah dan rakyat Pakistan.
Sharif sempat memuji peran penting Tiongkok, Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar yang telah memberikan dukungan luar biasa bagi terciptanya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran. (dan)








