INDOPOSCO.ID – Di tengah ketatnya persaingan pasar dan tuntutan konsumen yang semakin kritis, sertifikasi kini bukan lagi sekadar pelengkap bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menjelma menjadi “tiket masuk” untuk naik kelas.
Itulah yang tengah didorong oleh PT Pertamina (Persero). Sepanjang Januari hingga Maret 2026, perusahaan energi nasional ini telah memfasilitasi 1.346 sertifikasi bagi UMKM di berbagai daerah. Ragam sertifikasi yang diberikan mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), hingga dokumen lingkungan seperti SPPL.
Langkah ini bukan sekadar angka statistik. Di baliknya, tersimpan strategi besar untuk memperkuat fondasi bisnis UMKM agar mampu menembus pasar modern bahkan bersaing dalam ekosistem industri yang semakin kompetitif.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa sertifikasi memiliki peran yang jauh lebih luas dari sekadar formalitas administratif.
“Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan yang komprehensif, termasuk fasilitasi sertifikasi. Sertifikasi bukan hanya formalitas, tetapi menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta menjawab kebutuhan konsumen yang semakin selektif,” ujar Baron dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Dampak nyata dari program ini terlihat dari kisah MiniesQ, sebuah brand camilan sehat asal Pondok Aren, Tangerang Selatan. Didirikan pada 2022 oleh Minie Sudjarwo mantan atlet nasional yang beralih menjadi pelaku usaha MiniesQ lahir dari keresahan sekaligus peluang: meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.
Dari satu varian healthy cookies, usaha ini berkembang menghadirkan brownies sehat hingga camilan berbasis oat. Namun, titik balik terbesarnya datang saat sertifikasi halal berhasil dikantongi.
“Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat menjadi peluang sekaligus tantangan. Kami ingin menghadirkan produk yang sehat, praktis, dan tetap enak dinikmati,” kata Minie.
Sejak saat itu, pintu pasar terbuka lebih lebar. Produk MiniesQ kini telah masuk ke 20 minimarket dan satu supermarket di Jakarta. Tak hanya itu, jaringan distribusi juga merambah 90 pusat kebugaran di wilayah Depok dan sekitarnya menyasar konsumen dengan gaya hidup aktif.
Kisah ini mempertegas satu hal: sertifikasi bukan sekadar dokumen, melainkan katalis pertumbuhan.
Bagi Pertamina, penguatan UMKM merupakan bagian dari agenda yang lebih besar. Sebagai perusahaan yang tengah bertransformasi dalam transisi energi, komitmen menuju target Net Zero Emission 2060 berjalan beriringan dengan upaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan Environmental, Social & Governance (ESG) serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan, Pertamina mendorong UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berdaya saing di masa depan. (her)








