INDOPOSCO.ID – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus memperkuat kolaborasi lintas instansi di berbagai wilayah sebagai langkah strategis untuk menjaga kelancaran logistik, stabilitas ekonomi, serta optimalisasi penerimaan negara.
Upaya ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan koordinasi dan kolaborasi di sejumlah daerah, antara lain Lhokseumawe, Tanjung Priok, dan Balikpapan.
Di Lhokseumawe, Bea Cukai menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah melalui audiensi bersama Wali Kota.
Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan tugas kepabeanan dan cukai, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Bea Cukai berkolaborasi dengan operator terminal untuk memastikan kelancaran arus logistik pascalibur Lebaran. Berbagai strategi diterapkan, mulai dari optimalisasi layanan, penyesuaian jam operasional, hingga pemanfaatan teknologi seperti e-seal dan sistem pemindaian kontainer.
Langkah ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan serta mempercepat proses pengeluaran barang di pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut.
Di Balikpapan, Bea Cukai turut ambil bagian dalam forum koordinasi ekonomi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas strategi menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global, sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan ekonomi daerah.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan di sektor perdagangan dan logistik.
“Kolaborasi antara Bea Cukai, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan instansi terkait merupakan fondasi penting dalam menciptakan sistem logistik yang efisien dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Dengan penguatan kerja sama di berbagai wilayah, Bea Cukai optimistis mampu menghadirkan layanan yang semakin optimal sekaligus menjaga efektivitas pengawasan.
Sinergi ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam membangun ekosistem logistik nasional yang lebih transparan, efisien, dan berdaya saing global di tengah persaingan ekonomi internasional. (ipo)








