INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Namun demikian, menurut Mu’ti, masih ada tantangan terkait citra publik terhadap SMK, termasuk isu penguatan karakter dan persepsi sebagai penyumbang pengangguran.
“Penguatan karakter harus menjadi bagian integral dalam pendidikan SMK,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Selasa (7/4/2026).
“Kita juga harus menjawab kritik terhadap kesiapan lulusan dengan kerja nyata, melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri,” sambungnya.
Sebagai langkah strategis, dikatakan dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong implementasi kebijakan SMK dengan masa studi 4 tahun. Penambahan masa studi tersebut, menurutnya, bertujuan untuk meningkatkan kematangan lulusan sekaligus memberikan keterampilan spesifik sesuai kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan SMK untuk bekerja di mancanegara. Program ini melalui penguatan kerja sama lintas kementerian, dengan pembekalan keterampilan teknis, bahasa, dan pemahaman budaya kerja.
Mu’ti menekankan pentingnya penguatan kewirausahaan berbasis keunggulan lokal, melalui pengembangan program keahlian yang selaras dengan potensi daerah. Sehingga lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan pekerjaan.
“Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, kita tidak mungkin mencapai swasembada pangan jika sektor pertanian dan kelautan tidak kita kelola dengan baik. Karena itu, pendidikan SMK harus kita arahkan berbasis potensi lokal,” ungkapnya.
“SMK yang berada di wilayah pesisir harus dekat dengan laut, memahami ekosistemnya, dan mampu mengolahnya menjadi kekuatan ekonomi. Demikian pula di daerah pertanian, kita harus melahirkan lulusan yang mampu mengelola sumber daya alam menjadi nilai tambah. Inilah peran strategis SMK dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu membangun kemandirian bangsa,” tambahnya.(nas)








