INDOPOSCO.ID – Pemerintah mulai mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang Iduladha 2026. Langkah itu dilakukan lebih dini guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga sebelum fluktuasi pasar terjadi pada akhir Mei 2026.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan langkah antisipatif telah disiapkan, terutama untuk menjaga stabilitas komoditas daging kurban.
Upaya tersebut dilakukan menyusul capaian positif pengendalian inflasi selama Ramadan dan Idulfitri 2026 yang tercatat lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.
“Di bulan Mei kita akan menghadapi Hari Raya Iduladha. Tentu ini juga akan ada potensi kenaikan permintaan. Oleh karena itu, kami jauh-jauh hari juga akan bergerak untuk mengendalikan harga,” kata I Gusti Ketut Astawa di Jakarta dikutip Selasa (7/4/2026).
Sejalan dengan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tekanan inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini relatif lebih terkendali. Secara historis, periode tersebut kerap memicu lonjakan harga, namun pada 2026 kenaikannya tidak setinggi tahun sebelumnya.
“Artinya harga yang diterima oleh masyarakat, kenaikannya tidak setinggi dibandingkan dengan harga yang pada saat Ramadan dan Lebaran di tahun lalu,” ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam kesempatan yang sama.
Pasca-Idulfitri, tren positif tampaknya masih bertahan. Hal itu terlihat dari catatan IPH minggu pertama April yang memperlihatkan bahwa semakin sedikit kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga, berbanding terbalik dengan jumlah daerah yang mengalami penurunan harga yang justru kian meningkat.
“Perubahan IPH menurut kabupaten kota terlihat bahwa jumlah kabupaten kota yang mengalami kenaikan IPH sudah berkurang dari minggu, yang sebelumnya dan bahkan kabupaten kota yang mengalami penurunan IPH itu bertambah dari minggu sebelumnya. (Ini) karena terlihat pasca-Lebaran, harga juga sudah menuju ke normalisasi lagi,” imbuh Amalia. (dan)








