INDOPOSCO.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon guna mendesak peningkatan upaya politik dan diplomatik demi mengakhiri eskalasi perang di Timur Tengah.
“Kedua belah pihak menekankan perlunya penghentian segera aksi permusuhan, serta peningkatan upaya politik dan diplomatik untuk mencapai penyelesaian jangka panjang atas konflik tersebut,” kata Kremlin dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (2/4/2026).
Pembahasan tersebut berlangsung setelah Ukraina yang terus menangkis invasi Rusia sejak tahun 2022, menandatangani kesepakatan pertahanan udara dengan Arab Saudi, di tengah upaya negara Teluk tersebut menghadapi ancaman serangan drone Iran.
Memanfaatkan pengalaman tempur dalam menjatuhkan drone Rusia, Ukraina menawarkan keahliannya bagi negara-negara Teluk yang terancam oleh drone Shahed buatan Iran, jenis senjata yang sama dikerahkan Rusia dalam invasinya ke Kyiv.
Ukraina telah mengusulkan pertukaran sistem penangkis drone yang relatif murah dengan rudal pertahanan udara mahal yang digunakan negara-negara Teluk untuk menembak jatuh drone Iran.
Di samping itu, Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi juga menegaskan bahwa gangguan pada produksi dan transportasi energi akibat krisis ini telah berdampak negatif terhadap keamanan energi global.
Perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026, telah berlangsung selama sebulan dengan intensitas tinggi, mengakibatkan seribuan lebih korban jiwa dan puluhan ribu orang luka-luka per 27 Maret 2026. Konflik itu memicu krisis energi, mengganggu jalur perdagangan, dan menciptakan ketegangan geopolitik besar. (dan)








