INDOPOSCO.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Di balik kepergiannya, tersimpan pesan terakhir yang kini menjadi kenangan tak terlupakan bagi sang ayah, Iskandarudin.
Dengan suara bergetar, Iskandarudin mengenang percakapan terakhir dengan putranya pada Senin pagi, hanya beberapa jam sebelum insiden ledakan yang merenggut nyawa Zulmi. Saat itu, Zulmi menghubungi sang ayah melalui WhatsApp, menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang begitu dalam.
“Dia telepon, tanya saya mau ke mana hari itu. Dia bilang, ‘Papa kalau pergi jangan sendirian, sudah tua, ajak teman atau gantian sopir,’” kenang Iskandarudin di rumah duka di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) sebagiamana dikutip dari ANTARA.
Pesan sederhana itu kini menjadi momen terakhir yang terus terngiang. Bagi Iskandarudin, Zulmi bukan hanya seorang anak, tetapi juga sosok prajurit yang memiliki dedikasi tinggi dan masa depan cemerlang di tubuh TNI.
Sebagai pensiunan prajurit, ia mengaku selalu menanamkan nilai kepemimpinan kepada putranya. Ia berpesan agar Zulmi menjadi pemimpin yang dekat dengan anggota, sesuatu yang diyakininya telah dijalankan dengan baik oleh sang putra.
“Saya bilang ke dia, jadilah pemimpin yang dikenal dan dicintai anggota,” tuturnya.
Kepergian Zulmi terasa semakin menyayat karena perwira lulusan Akademi Militer tersebut sejatinya dijadwalkan menyelesaikan misi internasionalnya dan kembali ke Tanah Air pada 30 Mei 2026. Bahkan, ia telah dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan dan menduduki jabatan baru di satuannya.
Saat ini, keluarga tengah menanti kedatangan jenazah almarhum yang direncanakan tiba dalam waktu dekat. Setibanya di Indonesia, jenazah akan disalatkan sebelum dimakamkan di taman makam pahlawan.
Dengan penuh ketegaran, Iskandarudin menyatakan keluarga telah mengikhlaskan kepergian Zulmi yang gugur dalam tugas negara. Ia meyakini putranya wafat dalam keadaan mulia.
“Saya ikhlas. Dia gugur dalam tugas, insyaallah syahid,” ujarnya.
Diketahui, Kapten Zulmi merupakan salah satu dari tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon. Dua prajurit lainnya adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. (dil)








