INDOPOSCO.ID – Program Yuk ke Pasar 114 bukan sekadar kampanye belanja, tetapi juga upaya membangun ekosistem pasar yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad, di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Sekadar diketahui, Komite Pedagang Pasar (KPP) resmi menutup rangkaian kegiatan “Yuk ke Pasar 114” yang telah berlangsung sejak 11 Januari 2026 lalu. Penutupan digelar di Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
“Alhamdulillah kegiatan ini telah berakhir. Banyak program yang berhasil kami jalankan, bukan hanya mengajak masyarakat kembali ke pasar, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pedagang,” kata Rosyid.
Ia menuturkan, selama program berlangsung, KPP menghadirkan berbagai inisiatif konkret. Salah satunya adalah pendampingan sertifikasi halal bagi pedagang melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Melalui KPP, pedagang bisa memperoleh sertifikasi secara gratis, dengan jumlah pendaftar mencapai ratusan,” bebernya.
Tak hanya itu, lanjut dia, KPP juga memperluas akses perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan (TK) bagi pedagang pasar. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan jaminan masa depan bagi pelaku usaha kecil di sektor informal.
“Kami juga menawarkan skema sewa los atau kios bagi masyarakat kurang mampu yang ingin memulai usaha,” ucap Rosyid.
“Sistem yang kami terapkan bukan berbasis pinjaman, melainkan kontribusi ringan sebesar 2,5 persen dalam bentuk zakat dan sedekah harian,” imbuhnya.
Rosyid menambahkan, KPP juga menginisiasi program sosial berupa “madrasah di pasar” dengan bekerja sama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag).
“Program ini ditujukan bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu, sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di lingkungan pasar,” ungkapnya. (nas)








