• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pembatasan Medsos pada Anak untuk Bangun Karakter

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 29 Maret 2026 - 00:30
in Nasional
medsos

Sosiolog Universitas Hasanuddin Makassar, Dr Nuvida Raf. Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sosiolog dari Universitas Hasanuddin Makassar, Dr Nuvida Raf mengatakan rencana pemerintah memberlakukan pembatasan akses media sosial bagi anak dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penguatan perlindungan anak di ruang digital yang akan mulai diterapkan secara bertahap pada 28 Maret 2026,” kata Nuvida di Makassar, Sabtu.

BacaJuga:

Liburan di Pantai Selatan Lumajang, 10 Orang Tersambar Petir

Pemerhati Minta Pemberlakuan PP Tunas Diiringi Kepatuhan Platform Digital

Hari Ini 4.000 Pemudik Diprediksi Tiba di Kampung Rambutan

Pembatasan tersebut merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Aturan ini menargetkan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.

Sosiolog dari Unhas menilai kebijakan ini penting untuk melindungi proses sosialisasi anak. Menurutnya, interaksi sosial secara langsung masih menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter, empati, serta kemampuan komunikasi anak.

Ia menjelaskan, penggunaan media sosial secara berlebihan pada usia dini berpotensi mengganggu proses sosialisasi alami anak. Anak cenderung lebih banyak berinteraksi di ruang digital dibandingkan dengan lingkungan nyata, sehingga berisiko menghambat perkembangan kepribadian dan keterampilan sosial.

Selain itu, paparan konten negatif di media sosial seperti perundungan siber, eksploitasi, hingga kecanduan digital juga menjadi alasan utama perlunya pembatasan. Pemerintah sendiri menyebut kebijakan ini sebagai upaya melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.

Nuvida menekankan bahwa pembatasan bukan semata-mata larangan, tetapi bagian dari proses pendidikan karakter. Dengan membatasi akses, anak diharapkan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi langsung, belajar nilai sosial, serta mengembangkan kecerdasan emosional.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada peran orang tua dan lingkungan. Pendampingan serta edukasi digital tetap diperlukan agar anak memahami alasan pembatasan tersebut dan tidak mencari celah untuk menghindarinya.

Pemerintah daerah, termasuk di Sulawesi Selatan, turut mendukung kebijakan ini. Pembatasan akses media sosial dinilai penting untuk menjaga tumbuh kembang anak agar tidak terpengaruh oleh konten negatif yang tidak sesuai usia.

Dengan implementasi kebijakan ini, diharapkan tercipta ruang digital yang lebih aman sekaligus mendorong anak-anak Indonesia tumbuh dengan karakter yang lebih kuat, sehat secara mental, serta memiliki kemampuan sosial yang baik di dunia nyata. (bro)

Tags: anakkaraktermedsos

Berita Terkait.

Liburan di Pantai Selatan Lumajang, 10 Orang Tersambar Petir
Nasional

Liburan di Pantai Selatan Lumajang, 10 Orang Tersambar Petir

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:43
Pemerhati Minta Pemberlakuan PP Tunas Diiringi Kepatuhan Platform Digital
Nasional

Pemerhati Minta Pemberlakuan PP Tunas Diiringi Kepatuhan Platform Digital

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:14
Juwono Sudarsono Dimakamkan secara Militer di TMP Kalibata
Nasional

Hari Ini 4.000 Pemudik Diprediksi Tiba di Kampung Rambutan

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:50
Juwono Sudarsono Dimakamkan secara Militer di TMP Kalibata
Nasional

Juwono Sudarsono Dimakamkan secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:59
Tak Hanya Cerdas, BRIN Dorong Periset Berkarakter lewat Kolaborasi dengan Ary Ginanjar
Nasional

Tak Hanya Cerdas, BRIN Dorong Periset Berkarakter lewat Kolaborasi dengan Ary Ginanjar

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:37
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Berjalan, Evaluasi One Way Tahap 3 Mengemuka
Nasional

Strategi Rekayasa Lalu Lintas Berjalan, Evaluasi One Way Tahap 3 Mengemuka

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:21

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    740 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Kasus Pembunuhan di Tambrauw Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka dari 12 Saksi

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.