INDOPOSCO.ID – Album baru BTS yang bertajuk “Arirang” terus menuai reaksi beragam, namun sebuah detail dari dokumenter Netflix mendatang telah memicu kemarahan baru di kalangan penggemar.
Menurut laporan Vulture, ketegangan muncul selama produksi album ketika para anggota BTS mendesak untuk memasukkan lebih banyak lirik berbahasa Korea. RM dan Suga menekankan pentingnya autentisitas, sekaligus menyuarakan kekhawatiran mengenai penyampaian lirik bahasa Inggris agar terdengar alami. Jimin dilaporkan mengakui bahwa sekeras apa pun mereka mencoba, pelafalan yang kurang sempurna akan tetap terlihat menonjol.
Namun, Wakil Presiden BigHit Music, Nicole Kim, justru mendorong lebih banyak lirik bahasa Inggris dengan argumen bahwa grup tersebut perlu beradaptasi jika ingin albumnya sukses secara global. Tidak berhenti di situ, Kim juga menyoroti lagu-lagu lama BTS seperti ON dan Black Swan dengan menyebutnya kurang “relatable” atau sulit dipahami oleh pendengar umum. Komentar inilah yang menjadi titik puncak kemarahan fans.
Pernyataan tersebut membuat banyak penggemar merasa frustrasi, terutama karena kedua lagu itu dipandang luas sebagai karya BTS yang paling bermakna dan kuat secara artistik. “Situasi ini menambah kekhawatiran tentang arahan kreatif dan pengaruh perusahaan terhadap karya mereka,” ujarnya seperti dikutip koreaboo.com.
Kabar ini juga memperkuat laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa para anggota BTS harus berjuang keras hanya demi mempertahankan lirik bahasa Korea di dalam album terbaru mereka. (mg151)








