INDOPOSCO.ID – Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan seorang anak tewas dan tiga warga sipil terluka dalam 24 jam terakhir akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah sasaran di Iran.
“Kematian terbaru itu menjadikan jumlah warga sipil yang tewas di Iran sejak dimulainya perang menjadi 1.407 orang,” kata HRANA seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (23/3/2026).
Dari data tersebut, ratusan anak di Iran dilaporkan telah meregang nyawa sejak dimulainya perang pada akhir Februari 2026. “Sebanyak 214 anak dilaporkan tewas di Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari,” ungkap HRANA.
“Setidaknya 206 serangan di 15 provinsi juga dilaporkan dalam 24 jam terakhir,” tambah laporan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan adanya peningkatan jumlah korban tewas hingga lebih dari 1.500 orang sebagai dampak dari serangan AS-Israel yang berlangsung sejak akhir Februari.
Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) sebelumnya menyebut eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu krisis kemanusiaan hebat yang mengancam keselamatan jutaan anak di wilayah tersebut.
“Sejak 28 Februari, lebih dari 1.100 anak dilaporkan terluka atau tewas dalam kekerasan tersebut,” tutur UNICEF terpisah dalam keterangannya seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan laporan tersebut, sebaran korban anak mencakup wilayah Iran dan Lebanon sebagai yang terdampak paling parah, disusul oleh Israel dan Kuwait.
“Ini termasuk 200 anak yang dilaporkan tewas di Iran, 91 di Lebanon, empat di Israel, dan satu di Kuwait,” imbuh UNICEF. (dan)








