INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif dengan Iran terkait upaya pengakhiran konflik di kawasan tersebut.
“Saya telah memerintahkan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” kata Trump melalui akun Truth Social pribadinya @realDonaldTrump, Senin (23/3/2026).
Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum terhadap Iran, mengancam akan menghancurkan seluruh infrastruktur pembangkit listrik negara tersebut jika Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya dalam kurun waktu 48 jam ke depan.
“Jika Iran tidak membuka sepenuhnya tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam sejak saat ini Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mereka,” ujar Trump melalui Truth Social pribadinya @realDonaldTrump, Minggu (22/3/2026).
Pernyataan itu disampaikannya sehari setelah ia menyinggung pengakhiran perang. Sementara itu, ancaman Iran di Selat Hormuz telah melumpuhkan jalur pelayaran tersebut dan memicu lonjakan harga minyak.
Selat Hormuz melayani distribusi pengangkutan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global. Oleh karena itu, gangguan sekecil apa pun di wilayah tersebut memicu guncangan harga energi yang signifikan di pasar internasional.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi navigasi internasional. Namun, akses tersebut bergantung pada koordinasi negara-negara terkait dengan pihak Iran.
“Kami tidak menutup selat ini. Menurut kami, selat ini tetap terbuka. Selat ini hanya ditutup bagi kapal-kapal milik musuh kami, negara-negara yang menyerang kami,” jelas Araghchi terpisah dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (21/3/2026). (dan)








