INDOPOSCO.ID – Sebuah laporan pada Jumat menyebutkan bahwa pemerintahan Donald Trump sedang melakukan persiapan terperinci untuk mengerahkan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran.Hal itu terjadi sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers bahwa dirinya tidak akan menempatkan pasukan di mana pun.
“Jika saya akan melakukannya, saya tentu tidak akan memberi tahu Anda,” katanya.
CBS News melaporkan bahwa para komandan militer senior telah mengajukan permintaan khusus yang bertujuan untuk mempersiapkan pengerahan pasukan darat Amerika di Iran saat presiden berkoordinasi dengan Israel mengenai penggunaan bersama sumber daya militer AS dan Israel.
Namun, Gedung Putih menyatakan bahwa belum ada keputusan terkait kemungkinan langkah militer oleh Presiden AS.
“Melakukan persiapan guna memberikan pilihan maksimal kepada Panglima Tertinggi adalah tugas Pentagon. Itu tidak berarti presiden telah membuat keputusan, dan seperti yang dikatakan presiden, dia tidak berencana mengirim pasukan darat ke mana pun saat ini,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.
Selain potensi penggunaan pasukan darat AS, laporan tersebut mengatakan bahwa para pejabat militer telah mengadakan pertemuan untuk mempersiapkan bagaimana menangani tawanan perang jika tentara dan personel paramiliter Iran ditahan serta di mana para tahanan tersebut akan ditempatkan.
Sementara Trump mempertimbangkan pengerahan pasukan darat AS, Iran terus menyerang infrastruktur minyak di wilayah Teluk, termasuk serangan drone pada Jumat yang mengenai kilang minyak di Kuwait, menurut laporan media. Iran juga telah menembakkan rudal ke target di Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Sekitar 4.000 anggota militer AS ditempatkan di Iran, termasuk 2.500 Marinir, menurut Newsmax. Pasukan ditempatkan di atas tiga kapal amfibi yang menampung jet tempur F-35, rudal, dan kendaraan amfibi yang mampu diluncurkan dari kapal untuk serangan darat, seperti dikutip Anadolu Agency melalui Antara.
Angka terbaru yang dirilis oleh militer AS mengungkapkan bahwa 13 anggota militer telah tewas dalam perang sejauh ini dan 200 tentara telah terluka, meskipun belum ada pasukan darat yang dikerahkan. (aro)









