INDOPOSCO.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengingatkan para pendatang baru agar memiliki bekal dan kesiapan sebelum datang mengadu nasib di Jakarta.
Menurutnya, keterbukaan Jakarta tidak berarti tanpa batas sehingga pendatang harus memiliki keahlian, kompetensi, dan tujuan yang jelas, Sabtu (21/3/2026).
“Pendatang baru harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Bekal utama yang harus dimiliki adalah keahlian, kompetensi, serta tujuan yang jelas,” katanya.
Fenomena Urbanisasi Usai Lebaran
Kenneth mengatakan setiap arus balik Lebaran selalu diikuti fenomena urbanisasi atau bertambahnya pendatang baru ke Jakarta.
Ia menegaskan Jakarta memang kota terbuka, tetapi tidak untuk mereka yang datang tanpa arah dan berpotensi menjadi beban sosial.
Menurutnya, datang ke Jakarta tidak cukup hanya bermodal nekat, tetapi harus memiliki rencana dan niat untuk berkontribusi secara produktif.
Pendatang Diminta Bawa Semangat Usaha
Kenneth juga mendorong pendatang untuk membawa semangat investasi dan kewirausahaan, misalnya membuka usaha mandiri, mengembangkan UMKM, dan menciptakan lapangan kerja.
Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu perekonomian sekaligus mendukung program pemerintah daerah.
Waspadai Dampak Sosial Urbanisasi
Ia juga menyoroti potensi masalah sosial jika urbanisasi tidak diiringi kesiapan, seperti pengangguran, permasalahan sosial, dan ketertiban umum.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak pada citra Jakarta sebagai kota metropolitan.
Jakarta Tetap Terbuka, tapi Harus Siap
Kenneth menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan berjuang selama memiliki kesiapan, tanggung jawab, dan tujuan yang jelas.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta juga terus mendorong penataan urbanisasi melalui penguatan ekonomi di daerah asal, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan pengawasan sosial di Jakarta.
“Kami percaya, dengan niat baik dan kerja keras, para pendatang bisa menjadi bagian dari solusi, bukan beban,” ujarnya. (dam)












