“Setelah mempertimbangkannya dengan matang, saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Direktur Pusat Kontra-Terorisme Nasional, efektif mulai hari ini,” kata Joe Kent dalam surat pengunduran dirinya yang diunggah dalam akun X pribadinya @joekent16jan19, dilihat Rabu (16/3/2026).
Dalam surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kent menyatakan bahwa dirinya tidak lagi bisa mendukung kebijakan luar negeri pemerintah di kawasan tersebut.
“Dengan hati nurani yang bersih, saya tidak dapat mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” ucap Kent.
Ia secara terbuka menuding bahwa perang di Iran bukan didasari oleh ancaman nyata terhadap keamanan nasional AS, melainkan hasil tekanan politik.
“Iran tidak menimbulkan ancaman mendesak bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” tegas Kent.
Pada awal pemerintahan ini, pejabat Israel dan segelintir pejabat Amerika Serikat melancarkan kampanye disinformasi yang sepenuhnya merusak slogan America First dan menanamkan sentimen pro-perang untuk mendorong perang dengan Iran.
America First merupakan kebijakan luar negeri dan domestik Amerika Serikat yang memprioritaskan kepentingan nasional AS di atas kepentingan negara lain. Itu telah dipopulerkan Trump sejak tahun 2016.
Narasi Israel dinilai menjebak Trump dengan mengaburkan realitas, menciptakan kesan bahwa Iran adalah ancaman mendesak dan serangan kilat akan membawa kemenangan mudah.
“Ini adalah kebohongan dan merupakan taktik yang sama yang digunakan Israel untuk menyeret kita ke dalam perang Irak yang menghancurkan, yang menelan nyawa ribuan prajurit terbaik bangsa kita,” kritik Kent. (dan)








