INDOPOSCO.ID – Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi awak angkutan umum menjadi perhatian pemerintah menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemeriksaan kondisi fisik dan kesiapan kerja pengemudi dinilai penting untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan selamat.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, menegaskan, bahwa para pengemudi angkutan umum menghadapi beban kerja yang cukup berat selama masa mudik. Karena itu, pemeriksaan K3 dilakukan untuk memastikan mereka berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas.
Menurutnya, pengemudi yang berada dalam kondisi prima akan lebih waspada saat berkendara sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan selama perjalanan mudik.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membuka Posko Peduli K3 Mudik Aman berupa layanan pemeriksaan bagi awak angkutan, baik pengemudi maupun kernet. Posko ini ditempatkan di sejumlah titik pemantauan arus mudik seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Samarinda, Medan, dan Makassar.
Keberadaan posko tersebut bertujuan memastikan para awak angkutan yang mengantarkan pemudik berada dalam kondisi sehat, bugar, dan siap bekerja. Dengan begitu, perjalanan masyarakat saat Lebaran diharapkan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Yassierli menilai keselamatan mudik tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kendaraan atau infrastruktur jalan, tetapi juga oleh kesiapan fisik serta tingkat kewaspadaan pengemudi.
Karena itu, pemeriksaan K3 bagi awak angkutan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah potensi risiko kecelakaan selama periode mudik.
“Para pengemudi bisa menjalani berbagai tahapan pemeriksaan, mulai dari pengecekan kesehatan, sesi wawancara, hingga tes berbasis komputer untuk menilai kesiapan kerja, termasuk mengukur kecepatan reaksi saat mengemudi,” terang Yassierli dalam keterangan, Selasa (17/3/2026).
Yassierli menyebut program pengujian K3 bagi awak angkutan umum ini merupakan inisiatif baru dari Kemenaker yang dinilai sangat penting untuk mendukung keselamatan perjalanan mudik.
Selain itu, sistem yang digunakan juga mampu mendeteksi penurunan tingkat kewaspadaan pengemudi melalui aplikasi yang dikembangkan oleh tim penguji. Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya waktu istirahat yang cukup sebelum pengemudi bertugas.
“Kami ingin memastikan perjalanan mudik Lebaran tahun ini berlangsung aman dan selamat bagi masyarakat, dengan memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat dan tidak dipaksakan bekerja ketika tubuh tidak fit,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kesehatan pengemudi dan kecukupan waktu istirahat harus menjadi prioritas, mengingat keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya sangat bergantung pada kondisi awak angkutan. (nas)








