INDOPOSCO.ID – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini menyatakan stok senjata Iran untuk konflik Timur Tengah tetap aman. Ia mengungkapkan senjata-senjata tercanggih sengaja disimpan sebagai cadangan strategis.
“Rudal yang saat ini digunakan berasal dari satu dekade yang lalu,” ujar Naeini dilansir dari Al Jazeera, Senin (16/3/2026).
Berdasar tayangan Stasiun televisi milik pemerintah Iran Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone terhadap target-target Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak awal perang pada 28 Februari.
Naeini menambahkan, bahwa kemampuan ofensif Iran telah berkembang pesat sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 13 Juni 2025.
“Banyak dari rudal yang telah kami produksi sejak perang 12 hari hingga perang Ramadan belum dikerahkan,” terangnya.
Pemerintah Iran menegaskan kesiapan untuk menghadapi perang berkepanjangan melawan AS dan Israel. Teheran mengancam akan mengerahkan senjata canggih yang diklaim belum pernah digunakan dalam konflik sebelumnya.
Naeini menyatakan, musuh-musuh Iran harus bersiap menghadapi pukulan yang menyakitkan dalam gelombang serangan baru yang akan datang.
“Inisiatif dan senjata baru Iran sedang dalam perjalanan. Teknologi-teknologi ini belum digunakan secara besar-besaran,” jelas Naeini terpisah seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (6/3/2026).
Perang antara AS-Israel dengan Iran telah memasuki hari ke-16. Konflik itu telah meluas dan menyeret negara-negara tetangga di kawasan Teluk, memicu mobilisasi militer besar-besaran yang mengancam stabilitas pasokan energi global. (dan)











