INDOPOSCO.ID – Upaya memperluas pasar wisata Indonesia ke tingkat global terus dilakukan. Salah satunya melalui promosi desa wisata yang kini mulai dilirik wisatawan mancanegara. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membawa tiga desa wisata binaan program Desa Bakti BCA untuk tampil dalam ajang pameran pariwisata terbesar dunia, ITB Berlin 2026 di Jerman.
Dalam pameran yang berlangsung pada 3-5 Maret 2026 di Berlin ExpoCenter City, Messe Berlin, BCA mempromosikan paket wisata berbasis budaya dan kearifan lokal kepada pelaku industri pariwisata global.
Tiga desa wisata yang menjadi delegasi dalam ajang tersebut adalah Desa Wisata Taro (Bali), Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari (DI Yogyakarta), serta Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara (Nusa Tenggara Timur).
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan partisipasi ini menjadi langkah strategis untuk membuka akses pasar internasional bagi komunitas lokal melalui sektor pariwisata.
“Partisipasi Desa Bakti BCA di ITB Berlin 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar internasional bagi komunitas lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa desa wisata Indonesia memiliki daya saing global, baik dari sisi keunikan budaya maupun keindahan alamnya,” ujar Antonius.
Menurutnya, penguatan desa wisata menjadi bagian dari komitmen BCA untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
ITB Berlin sendiri merupakan salah satu pameran industri pariwisata terbesar dan tertua di dunia. Ajang ini mempertemukan pelaku industri perjalanan dari 159 negara, mulai dari badan pariwisata nasional, maskapai, hotel dan resort, hingga agen perjalanan serta investor pariwisata global.
Pada gelaran tahun ini, delegasi Desa Bakti BCA memasarkan berbagai paket wisata melalui booth bertajuk “Tourism Villages by Bakti BCA” yang berada di Paviliun Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Delegasi juga mengusung tema “Discover #DesaBaktiBCA” untuk memperkenalkan pengalaman wisata berbasis budaya, alam, serta kehidupan masyarakat lokal.
Selain tiga desa yang hadir langsung di Berlin, terdapat pula delapan paket wisata dari desa binaan lainnya yang turut dipromosikan, seperti Desa Wisata Hijau Bilebante (NTB), Desa Wisata Dayun (Riau), hingga Desa Wisata Pulau Derawan (Kalimantan Timur).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi konsistensi BCA dalam mendukung promosi desa wisata Indonesia ke pasar global.
“Kami mengapresiasi konsistensi Bakti BCA yang secara aktif menjembatani desa-desa wisata Indonesia untuk menjangkau wisatawan mancanegara. Kemitraan strategis ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya kita ke panggung dunia,” kata Widiyanti.
Program Desa Bakti BCA sendiri berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan akses pasar. Untuk mendukung promosi internasional ini, BCA juga bekerja sama dengan Caventer Destination Management Company (DMC).
Sebelum mengikuti pameran, delegasi desa wisata mendapatkan berbagai pembekalan dari Bakti BCA, mulai dari pelatihan bahasa Inggris dengan penutur asli, penguatan pengetahuan produk wisata, hingga persiapan strategi promosi di ajang ITB Berlin.
Partisipasi tahun ini menjadi yang kedua bagi Desa Bakti BCA di pameran tersebut. Pada ITB Berlin 2025, program ini berhasil menjaring 96 travel agent sebagai potential buyer, yang kemudian menghasilkan kunjungan hampir 300 wisatawan mancanegara ke desa wisata binaan BCA dengan kontribusi pendapatan langsung mencapai Rp536 juta.
Antonius menegaskan, BCA berkomitmen terus menghadirkan dampak sosial melalui pendekatan creating shared value, yakni memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.
“BCA percaya bahwa sebagai perusahaan, kami turut tumbuh bersama masyarakat. Karena itu penting bagi kami untuk secara konsisten menjalankan komitmen memberikan dampak sosial bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya. (srv)








