INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jumlah korban konflik di Gaza tidak dapat dihentikan secara seketika meskipun berbagai upaya diplomasi terus dilakukan untuk meredam kekerasan di kawasan tersebut.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan hal tersebut disampaikan Presiden saat menggelar silaturahmi bersama sekitar 160 ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).
Menurut Teddy, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya, termasuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) sebagai langkah diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.
“Presiden Prabowo menegaskan bahwa keputusan tersebut adalah sebagai langkah konkret yang ditempuh sebagai upaya untuk mengurangi jumlah konflik dan korban di Palestina,” ujar Teddy melalui unggahan Instagram Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pertemuan itu, sejak ditandatanganinya kesepakatan damai Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir pada Oktober 2025, jumlah konflik dan korban di Gaza dalam enam bulan terakhir menunjukkan penurunan signifikan.
Korban jiwa yang sebelumnya mencapai lebih dari 70.000 orang pada periode 2024-2025, kini menurun menjadi sekitar 600 hingga 1.000 jiwa dalam enam bulan terakhir.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa penghentian konflik secara total tidak dapat terjadi secara instan. Bentrokan dan korban masih terjadi di sejumlah titik, namun dengan intensitas yang jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
“Penghentian konflik secara total tidak bisa dengan seketika. Masih ada beberapa konflik dan juga korban berjatuhan, namun dengan jumlah yang sangat jauh berkurang,” kata Teddy.
Pemerintah Indonesia, kata Teddy, akan terus mendorong berbagai upaya diplomasi bersama negara-negara lain guna menekan eskalasi konflik dan mempercepat terciptanya perdamaian yang lebih permanen di Palestina. (bro)











