• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H, Menag dan MUI: Itu Kekayaan dan Demokrasi

Dilianto - Editor Dilianto -
Rabu, 18 Februari 2026 - 08:34
in Headline
Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriyah di Jakarta, Selasa (17/2/2026). Foto: Dokumen Kemenag

Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriyah di Jakarta, Selasa (17/2/2026). Foto: Dokumen Kemenag

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Awal puasa Ramadan tahun ini beragam. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriyah (H) pada Kamis (19/2/2026). Sementara beberapa organisasi masyarakat (Ormas) Islam seperti Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan pada hari ini, Rabu (18/2/2026).

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam di Indonesia agar menjadikan perbedaan tersebut sebagai kekayaan dan mozaik indah bangsa Indonesia.

BacaJuga:

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta Tembus 250 Ribu per Hari

Bekuk Saint Kitts & Nevis 4-0, Indonesia Kirim Sinyal Bahaya ke Final FIFA Series

Bertemu di Istana Negara, Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Konflik Global hingga Stabilitas Kawasan

“Apabila terdapat sebagian umat Islam yang memiliki keyakinan berbeda dalam penetapan awal Ramadan, kami mengimbau agar perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan,” ujar Nasaruddin Umar saat penetapan awal puasa Ramadan 1447 H di Jakarta, Rabu (17/2/2026) malam.

Ia menyebut, bangsa Indonesia sudah berpengalaman hidup dalam perbedaan, tetapi tetap kokoh dalam persatuan. “Jadikanlah perbedaan itu sebagai satu konfigurasi yang sangat indah. Indonesia sudah berpengalaman berbeda tapi tetap utuh dalam sebuah persatuan yang sangat indah,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menuturkan, perbedaan waktu puasa antara pemerintah dan Muhammadiyah adalah bentuk demokrasi. “Bangsa kita ini adalah bangsa yang terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda, termasuk juga umat Islam,” katanya.

“Bahkan di Indonesia ini ada lebih dari 80 ormas-ormas islam di Indonesia yang perbedaan-perbedaan organisasi ini memungkinkan adanya amaliyah awudiyah yang berbeda-beda,” sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan tersebut berada pada ranah ijtihadiyah dan tidak menyentuh aspek prinsipil ajaran Islam. Secara qath’i tidak berbeda, secara qath’i semua sama.

“Kemungkinan adanya memulai puasa atau mengakhiri puasa berbeda itu menjadi sebuah keniscayaan yang bisa kita fahami, yang bisa kita maklumi,” ucapnya. (nas)

Tags: kemenagMenag Nasaruddin UmarMUIpuasaRamadanRamadan 1447 H

Berita Terkait.

Akhir Pekan Ini Jakarta Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Headline

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta Tembus 250 Ribu per Hari

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:46
Bekuk Saint Kitts & Nevis 4-0, Indonesia Kirim Sinyal Bahaya ke Final FIFA Series
Headline

Bekuk Saint Kitts & Nevis 4-0, Indonesia Kirim Sinyal Bahaya ke Final FIFA Series

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:22
Bertemu di Istana Negara, Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Konflik Global hingga Stabilitas Kawasan
Headline

Bertemu di Istana Negara, Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Konflik Global hingga Stabilitas Kawasan

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:16
Sebut Mundurnya Kabais TNI jadi Contoh Baik, Komisi I Minta Ungkap Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Headline

Sebut Mundurnya Kabais TNI jadi Contoh Baik, Komisi I Minta Ungkap Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:03
Marc-Klok
Headline

Optimistis Timnas Menangi FIFA Series, Klok Soroti Ancaman Faktor Non-Teknis

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:10
Kendaraan
Headline

Tekan Kepadatan Arus Balik, One Way Tahap II Diperpanjang hingga KM 263

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:49

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1233 shares
    Share 493 Tweet 308
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.