INDOPOSCO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyambut positif peluncuran Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia, sebuah inisiatif transformasi koperasi berbasis digital yang digagas oleh Metranet melalui platform KoperasiGO bersama Bank Syariah Indonesia (BSI).
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Hendra Saragih, menilai gerakan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat digitalisasi koperasi di Indonesia yang masih tergolong rendah.
“Dari sekitar 131 ribu koperasi yang existing saat ini, belum ada 10 persen yang sudah menggunakan digital. Ini problem bagi kita di era globalisasi yang sudah masif menggunakan teknologi digital,” ujar Hendra ditemui INDOPOSCO usai acara Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurut Hendra, pemerintah terus mendorong koperasi untuk mengadopsi digitalisasi dalam layanan dan operasionalnya agar mampu bersaing serta meningkatkan efisiensi usaha.
“Ini kita dorong supaya koperasi menggunakan digitalisasi dalam layanannya. KoperasiGO sudah menginisiasi itu, dan kalau tidak salah sudah ada sekitar 400 koperasi di seluruh Indonesia yang menjadi anggota,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, Metranet, dan BSI dapat diperluas sehingga semakin banyak koperasi yang terdigitalisasi secara maksimal.
“Kami harapkan kolaborasi yang sudah dilakukan selama ini bisa ditingkatkan, sehingga ke depan koperasi-koperasi itu bisa maksimal menggunakan digitalisasi dalam pelayanannya,” tuturnya.
Hendra juga menegaskan bahwa digitalisasi koperasi menjadi bagian penting dari program prioritas Presiden, khususnya melalui Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Kementerian Koperasi, kata dia, telah menyiapkan infrastruktur digital untuk mendukung pengawasan dan pengembangan koperasi desa.
“Kami sudah menyiapkan satu sistem yang bisa digunakan oleh mereka semua. Kita sudah siapkan microsite sebanyak 83.252 buah dan dashboard untuk memantau aktivitas kegiatan usaha mereka melalui command center,” ungkap Hendra.
Digitalisasi dinilai krusial untuk memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran, terutama dalam distribusi barang subsidi dan pemetaan potensi ekonomi desa.
“Kalau kita tidak pakai digital untuk layanannya, ini tidak mungkin bisa berjalan dengan baik. Pemerintah juga akan kesulitan, misalnya dalam menyalurkan barang-barang bersubsidi kepada Kopdes. Kita harus tahu itu tepat sasaran,” jelas Hendra.
Lebih jauh, sistem digital memungkinkan pemerintah memetakan potensi produksi dan kebutuhan antarwilayah desa.
“Kita bisa melihat desa ini penghasil apa, desa lain membutuhkan apa, lalu kita konek-kan. Bahkan kementerian lain seperti ESDM bisa melihat kebutuhan LPG 3 kilogram, Kementerian Perdagangan bisa memantau kebutuhan gula, beras, dan lain-lain,” paparnya.
Hendra menekankan pentingnya kolaborasi lintas ekosistem digital untuk meningkatkan literasi koperasi di tingkat desa.
“Ini harus segera kita maksimalkan. Teman-teman dari Metranet bisa berkolaborasi dengan kami untuk meliterasi dan mensosialisasikan digitalisasi kepada kopdes-kopdes di wilayahnya,” tambahnya.
Peluncuran Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia diharapkan menjadi tonggak percepatan transformasi koperasi nasional, sekaligus membuka jalan bagi koperasi Indonesia untuk masuk ke era ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (her)








