INDOPOSCO.ID – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum krusial bagi insan media untuk merefleksikan kembali peran strategis mereka, dalam merawat serta memperkokoh fondasi demokrasi di Indonesia.
Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta August Hamonangan mengharapkan pers bisa terus menjadi elemen kritis dalam masyarakat.
“Demokrasi membutuhkan pers yang bebas dan kritis untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Dengan adanya sikap kritis tersebut, pers dapat memastikan kebijakan-kebijakan yang diambil sudah sesuai dengan kehendak masyarakat secara umum dan bisa dikoreksi dari waktu ke waktu,” kata August dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia mengatakan, bahwa Legislatif Kebon Sirih tidak luput dari keperluan untuk memiliki elemen pers yang aktif dan kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
“Tidak jarang, melalui berita-berita yang dinaikkan, kita mengetahui ada banyak masalah yang muncul di masyarakat dari rekan-rekan media,” ucap politikus PSI itu.
“Bahkan, dalam beberapa hal yang Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI rasa kinerjanya sudah baik, berita-berita yang naik tentang isu-isu tersebut malah menunjukkan hal sebaliknya,” tambahnya.
Berbekal berita-berita yang digarap oleh rekan-rekan pers, August mengaku dapat mengetahui sejumlah isu yang harus dibicarakan dalam rapat di DPRD Provinsi DKI Jakarta.
“Dengan berita-berita yang naik itu, kita jadi mengetahui apa-apa saja yang perlu dibicarakan ketika rapat di DPRD. Dan menyajikan fakta-fakta serta data-data yang menunjukkan kepada Pemprov DKI Jakarta bahwa kondisi di lapangan tidak sedang baik-baik saja,” imbuh August. (dan)








