INDOPOSCO.ID – Kumpulan dokumen rahasia kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein resmi dibuka ke publik. Dokumen ini memicu guncangan hebat karena mengungkap keterlibatan sederet tokoh elite dunia dalam skandal perdagangan seks anak di bawah umur.
Epstein didakwa menjalankan jaringan perdagangan seks dan mengeksploitasi puluhan gadis di bawah umur di berbagai lokasi, termasuk rumahnya di New York dan pulau pribadinya di Kepulauan Virgin.
Ia dikenal sebagai predator seksual yang menggunakan kekayaan dan kekuasaannya untuk memikat serta melecehkan korban. Kasus tersebut menarik perhatian dunia karena keterkaitan Epstein dengan banyak tokoh ternama, termasuk politisi, pengusaha, dan selebriti.
Epstein tewas di sel penjara New York pada 10 Agustus 2019, yang dinyatakan sebagai tindakan bunuh diri saat sedang menunggu persidangan atas tuduhan federal. Pada akhir Januari hingga awal Februari 2026, pemerintah AS merilis dokumen yang berisi jutaan foto, video, dan email terkait jaringan Epstein.
Tumpukan dokumen kasus Jeffrey Epstein itu dirilis oleh DOJ dalam sejumlah fase. Fase pertama dirilis pada Februari-Mei dan Desember 2025, dan kemudian yang terbaru adalah pada akhir Januari 2026.
Rilis ini dilakukan sebagai tindak lanjut kebijakan keterbukaan informasi yang mewajibkan pengungkapan dokumen hukum non klasifikasi. Meski jumlah dokumen sangat besar, rilis tersebut menuai kritik karena sebagian isi masih mengalami penyensoran atau pengaburan data.
Berdasarkan sejumlah sumber menyebutkan, bahwa setidaknya 16 berkas telah “menghilang” dari situs web tempat berkas tersebut dirilis. Berkas yang dihapus termasuk foto yang menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim tidak ada temuan baru yang merugikannya dan justru menyebut dirinya menjadi sasaran konspirasi. Ia mengatakan, bahwa publik seharusnya beralih ke isu lain menyusul rilis terbaru berkas terkait mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
“Saya pikir memang sudah saatnya negara ini beralih ke hal lain, sekarang setelah tidak ada apa pun yang muncul tentang saya, selain bahwa ini adalah konspirasi terhadap saya, secara harfiah oleh Epstein dan orang-orang lain,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval dikutip dari Anadolu, Kamis (4/2/2026).
Saat disinggung mengenai nama-nama lain yang tercantum dalam berkas Epstein, termasuk miliarder teknologi Elon Musk dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick, ia tidak menjawab secara lugas. “Saya yakin mereka baik-baik saja. Kalau tidak, itu sudah menjadi berita besar,” celetuk Trump.
File 2026 mengungkap korespondensi yang lebih dalam. Email tahun 2012 menunjukkan Musk menanyakan tentang pesta di pulau pribadi, sementara email Gates mengindikasikan Epstein mencoba memanfaatkan info pribadi untuk pengaruh.
Terlepas dari banyaknya bagian yang disensor dalam dokumen-dokumen tersebut, yang telah membuat marah Partai Demokrat dan sebagian Partai Republik, terdapat beberapa informasi baru tentang orang-orang berpengaruh yang berhubungan dengan mendiang pengusaha asal Amerika Serikat itu. (dan)








