INDOPOSCO.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat merosot 718,44 poin atau 8,00 persen ke level 8.261,78 pada perdagangan Rabu (28/1/2026) siang, yang bikin perdagangan dihentikan sementara. Ia berharap pasar modal Indonesia dapat segera bangkit dari tekanan tersebut.
“Kita berdoa bisa reborn lagi,” kata Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Saat disinggung soal anjloknya IHSG bertalian dengan dampak Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), ia tidak lugas menjawabnya.
“Secara teknis mungkin ditanyakan kepada yang lebih ahli,” ujar Prasetyo.
Kondisi pasar modal Indonesia memang sedang mengalami guncangan hebat hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 8 persen di sesi II, yang memicu Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit mulai pukul 13.52 WIB.
Penurunan tajam itu dipicu oleh aksi jual masif setelah adanya laporan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks untuk saham Indonesia, yang menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan investor.
Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan, BEI akan bekerja sama dengan semua stakeholder pasar modal untuk menindaklanjuti hal terkait dengan aturan baru Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berdampak pada pergerakan saham Indonesia.
“Jadi pada hari ini pada intinya kita akan melakukan segala effort kerja sama dengan tentunya semua stakeholder kita untuk follow up hal-hal yang dipandang seluruh terkait dengan apa yang dilakukan oleh Indonesia. Tentu kita akan follow up,” jelas I Gede Nyoman kepada wartawan terpisah di Jakarta, siang tadi. (dan)







