INDOPOSCO.ID – Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyatakan bahwa Jalur Gaza, Palestina kini menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis dan pekerja kemanusiaan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (25/1/2026), menyusul meningkatnya jumlah jurnalis yang gugur dalam konflik yang masih berlangsung.
Berdasarkan data UNRWA, lebih dari 230 jurnalis dilaporkan tewas di Gaza sejak eskalasi konflik terjadi
Mengutip situs resmi UNRWA, Lazzarini menilai pembatasan dan pelarangan masuknya jurnalis internasional oleh Israel ke Gaza justru memperkuat kampanye disinformasi serta mendorong berkembangnya narasi ekstremis.
“Jurnalis Palestina adalah mata dan telinga kami dalam mengungkap kengerian perang di Gaza. Mereka menunjukkan kekuatan kemanusiaan dan dampak konflik dengan keberanian serta ketabahan, meskipun menghadapi risiko besar,” ujar Lazzarini.
Ia menambahkan, para jurnalis di Gaza bekerja berdampingan dengan pekerja kemanusiaan, menghadapi ancaman yang sama dalam menjalankan tugasnya.
Menurut Lazzarini, pelarangan jurnalis untuk memasuki Gaza bertujuan mendiskreditkan laporan langsung dan kesaksian organisasi-organisasi kemanusiaan internasional, sekaligus merendahkan martabat rakyat Palestina.
UNRWA menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dan akses informasi yang bebas sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas di tengah konflik bersenjata. (dil)







