INDOPOSCO.ID – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa kembali mencuat setelah seorang politisi Jerman menyerukan penarikan pasukan dan senjata nuklir AS dari wilayah Jerman. Seruan tersebut muncul menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana penerapan tarif impor dan sikapnya atas isu Greenland.
Pernyataan itu disampaikan Sevim Dagdelen, pakar kebijakan luar negeri dari aliansi Sahra Wagenknecht (BSW), yang menilai Jerman perlu menghentikan ketergantungan militernya pada Amerika Serikat. Ia juga menolak rencana penempatan rudal jarak menengah AS di Jerman karena dinilai justru meningkatkan risiko keamanan nasional.
“Pasukan AS harus ditarik dari Jerman, dan bom nuklir Amerika harus dikeluarkan dari Buchel. Penempatan rudal jarak menengah AS hanya akan menjadikan Jerman target yang lebih besar,” kata Dagdelen melalui platform X, Minggu (18/1/2026), seperti dilansir Antara.
Desakan tersebut muncul sehari setelah Trump mengumumkan rencana tarif impor sebesar 10 persen terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman dan Denmark, yang disebut akan dinaikkan hingga 25 persen. Trump menyatakan tarif tersebut akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan dengan Denmark terkait pembelian Greenland.
Greenland merupakan wilayah otonomi di bawah Kerajaan Denmark. Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland secara tegas menolak wacana tersebut serta menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial mereka harus dihormati. (rmn)
Sumber: Sputnik-OANA











