INDOPOSCO.ID – Langit Jakarta seolah menjadi saksi dimulainya sebuah babak baru bagi sepak bola Indonesia. Di balik meja konferensi pers, seorang pria berdiri tenang, namun membawa ambisi yang jauh dari kata sederhana, mengantar Merah Putih menembus panggung tertinggi dunia.
Dialah John Herdman, pelatih anyar Timnas Indonesia yang resmi diperkenalkan sebagai pengganti Patrick Kluivert. Sosok yang pernah menorehkan sejarah bersama Kanada itu kini dipercaya memimpin Skuad Garuda dalam proyek jangka panjang PSSI.
Di hadapan awak media, Herdman tak berbicara berputar-putar. Ia langsung menyinggung potensi besar yang ia lihat dari sepak bola Indonesia.
“Negara ini (Indonesia) sedang bangkit. Kita punya pemain, kapasitas, profesionalitas dan tujuan untuk terus meraih kemenangan,” ucap Herdman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Baginya, kekuatan sebuah tim nasional tidak semata diukur dari posisi di ranking FIFA atau nama besar para pemain.
“Ini bukan tentang ranking atau pemain-pemain bagus. Ada kesempatan besar di Indonesia,” tuturnya.
Namun, kalimat paling tegas datang ketika ia mengungkapkan mandat langsung dari PSSI. Bukan sekadar lolos turnamen regional, bukan pula hanya bersaing di Asia, melainkan menembus Piala Dunia 2030.
“Misinya adalah ke Piala Dunia (2030). Setiap saya bangun, yang saya pikirkan adalah membawa tim ini (Timnas Indonesia) ke panggung besar yakni Piala Dunia,” tegas pelatih berpaspor Inggris itu.
Dalam waktu dekat, Herdman akan mulai membenamkan diri ke dalam kultur Indonesia, bukan hanya budaya sosial, tetapi juga denyut sepak bola lokal yang memiliki karakter unik. Ia mengaku telah menjalin komunikasi awal dengan sejumlah pemain sebagai bagian dari proses adaptasi.
Ujian pertamanya akan hadir di ajang FIFA Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, sebuah kompetisi baru yang dirancang FIFA. Setelah itu, agenda berlanjut ke Piala AFF dan rangkaian FIFA Matchday lainnya.
Dalam seremoni perkenalan tersebut, Herdman turut didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir, serta Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, sebuah penegasan bahwa proyek ini bukan kerja satu orang, melainkan rencana besar federasi. (her)








