INDOPOSCO.ID – Persijap Jepara berada di persimpangan penting musim ini. Pada pekan ke-17 Super League 2025/26 yang sekaligus menjadi laga penutup putaran pertama, Laskar Kalinyamat akan menjamu Dewa United Banten FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin (12/1) malam WIB.
Bermain di depan publik sendiri, Persijap membawa satu misi besar: mengakhiri puasa kemenangan yang terlalu lama. Sudah 11 pertandingan beruntun berlalu tanpa tiga poin—catatan yang menyesakkan sekaligus menempatkan Persijap terdampar di dasar klasemen sementara.
Terakhir kali Persijap tersenyum adalah pada pekan ke-5, saat menaklukkan Persis Solo 2-1 di Stadion Manahan, September 2025 lalu. Sejak itu, badai tak kunjung reda. Dari 11 laga berikutnya, Persijap hanya mampu meraih satu hasil imbang dan harus menelan 10 kekalahan.
Dengan koleksi 9 poin, Persijap kini berada di peringkat ke-18. Jarak dengan zona aman sebenarnya belum terlalu jauh. Persis Solo dan Semen Padang FC di posisi ke-16 dan 17 hanya unggul satu angka, meski sudah memainkan satu laga lebih banyak. Artinya, kemenangan atas Dewa United bisa menjadi titik balik sekaligus pengungkit posisi di klasemen.
Pelatih Persijap, Divaldo Alves, memastikan timnya dalam kondisi siap tempur. Dua kekalahan terakhir dari Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta telah menjadi bahan evaluasi serius di internal tim.
“Semua pemain ingin menang. Tapi kita tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Kita harus bekerja keras dan fokus penuh,” ujar Divaldo dalam keterangan resmi iLeague, Senin (12/1/2026).
Pelatih asal Portugal itu juga menegaskan fleksibilitas strategi akan menjadi kunci. Menurutnya, setiap lawan memiliki karakter permainan yang berbeda dan Persijap harus cerdas membaca situasi.
“Kami akan mengeksplorasi kekuatan yang kami miliki dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pertandingan,” tuturnya.
Lebih dari sekadar angka di papan klasemen, laga ini juga menyangkut harga diri dan harapan suporter. Divaldo tak menutup keinginannya untuk menghadirkan kemenangan sebagai obat rindu pendukung Persijap.
“Kami ingin mempersembahkan hasil yang manis untuk suporter. Mereka sudah terlalu lama menunggu kemenangan,” tegasnya.
Menghadapi Dewa United, Persijap tak datang tanpa persiapan. Analisis kekuatan lawan telah dilakukan, termasuk memanfaatkan absennya salah satu pemain kunci Dewa United, Ricky Kambuaya, yang harus menepi karena cedera.
“Kami harus siap dengan segala kemungkinan. Mudah-mudahan strategi berjalan sesuai rencana dan tiga poin bisa kita amankan,” tutup mantan pelatih PSBS Biak tersebut.
Senin malam nanti, Gelora Bumi Kartini bukan sekadar stadion. Ia akan menjadi panggung penentuan, apakah Persijap mampu bangkit, atau justru makin tenggelam di putaran pertama musim ini. (her)








