INDOPOSCO.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang tiga Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) pada awal 2026, salah satunya WKP Gunung Ungaran yang sebelumnya milik PT PLN (Persero).
“Harusnya dua (dilelang) tahun lalu, terus ada arahan baru untuk ditambah satu. Kemarin Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) minta itu nggak dikembalikan ke PLN, itu Ungaran,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat.
Sebanyak dua WKP yang seharusnya dilelang tahun lalu, kata Eniya, tertunda menjadi tahun ini sebab terdapat banyak dokumen yang perlu diurus untuk dilelang. Padahal, seharusnya pada akhir tahun 2025 pemerintah bisa melelang tiga WKP.
Adapun ketiga WKP yang ditawarkan pada 2025 adalah panas bumi Telaga Ranu di Maluku Utara dengan potensi cadangan setrum 40 megawatt (MW), WKP Songgoriti di Jawa Timur dengan potensi setrum 40 MW dan Danau Ranau di Sumatera Selatan dengan potensi 40 MW.
Kemudian, satu WKP lainnya yang akan dilelang adalah bekas PLN yang dicabut oleh ESDM pada kuartal II-2025.
“Intinya itu salah satu yang kemarin diumumkan itu adalah dulunya PLN, tetapi sudah enggak digarap, akhirnya dicabut. Nah, keputusan Pak Menteri tidak akan dikembalikan lagi ke PLN, dibuka saja ke swasta agar lebih cepat,” kata Eniya.
Diwartakan sebelumnya, Kementerian ESDM menyampaikan bauran energi baru dan terbarukan untuk sektor ketenagalistrikan telah mencapai 16,3 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 15,9 persen.
Akan tetapi, apabila dihitung bauran energi secara keseluruhan yang meliputi penerapan biodiesel dan lain-lain, bauran EBT-nya sebesar 15,75 persen. Angka tersebut naik 1,1 persen apabila dibandingkan dengan bauran EBT pada 2024 yang sebesar 14,65 persen. (bro)








