INDOPOSCO.ID – Indomilk Arena tak sekadar menjadi panggung pertandingan, pada Jumat (9/1/2026) sore. Stadion kebanggaan publik Tangerang itu akan menjadi arena pertaruhan gengsi, ambisi, dan momentum, saat Persita menjamu pemuncak klasemen Super League 2025/26, Borneo FC, pada laga penutup paruh pertama musim.
Kick-off pukul 15.30 WIB, laga ini membawa makna lebih dari sekadar tiga poin. Bagi Persita, inilah kesempatan emas untuk menutup putaran pertama dengan kepala tegak, sekaligus memangkas jarak dengan papan atas. Sementara bagi Borneo FC, duel ini adalah ujian konsistensi setelah sempat tergelincir dari laju sempurna mereka.
Pendekar Cisadane datang dengan kepercayaan diri yang mulai terbangun. Kembalinya Eber Bessa ke lini tengah setelah menjalani akumulasi kartu kuning menjadi suntikan besar bagi stabilitas permainan. Begitu pula Andrean Benyamin yang siap memperkokoh barisan belakang.
Tambahan energi juga datang dari Matheus Alves, yang akhirnya memecah kebuntuan golnya musim ini, sebuah sinyal bahwa lini depan Persita mulai menemukan ritme terbaiknya.
Namun, di seberang lapangan berdiri tim dengan reputasi menakutkan. Borneo FC masih nyaman di puncak klasemen dengan 37 poin dan lini serang paling produktif di liga.
Trio Mariano Peralta, Joel Vinicius, dan Juan Villa menjadi ancaman nyata. Peralta, khususnya, tampil sebagai jantung kreativitas Pesut Etam dengan kontribusi langsung pada 17 gol musim ini.
Meski demikian, Pesut Etam bukan tanpa cela. Absennya Komang Teguh akibat akumulasi kartu, serta cedera yang menimpa Rivaldo Pakpahan dan Al Hussaini, membuat lini belakang mereka sedikit pincang. Patih Borneo FC Fabio Lefundes juga baru saja membawa timnya keluar dari periode sulit setelah sempat terpuruk dalam empat laga tanpa kemenangan.
Sejarah pertemuan memang belum berpihak pada Persita. Dalam enam laga terakhir, kemenangan selalu menjauh, menyisakan tiga hasil imbang dan tiga kekalahan. Bahkan musim lalu, Indomilk Arena menjadi saksi keberhasilan Borneo FC mencuri poin penuh. Namun sepak bola selalu memberi ruang bagi cerita baru, terutama ketika motivasi dan momentum bertemu di waktu yang tepat. (her)









