INDOPOSCO.ID – Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kota Medan yang sempat lumpuh akibat banjir besar akhir November 2025 kini berangsur pulih. Sekolah-sekolah terdampak mulai kembali menjalankan pembelajaran untuk mengawali semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin mengakui bahwa kembali ke sekolah setelah bencana bukan hal mudah bagi murid maupun guru.
Menurutnya, trauma, kelelahan, hingga duka akibat kehilangan harta benda bahkan anggota keluarga masih dirasakan sebagian warga sekolah. “Para siswa harus tetap gemar belajar kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun,” ujar Tatang dalam keterangan, Selasa (6/1/2026).
“Bapak dan Ibu guru akan terus berupaya menjadi teman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi kalian semua,” sambungnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menuturkan, sebagai bagian dari pemulihan, Kemendikdasmen melalui menyalurkan bantuan schoolkit berupa alat tulis, buku, tas, dan sepatu bagi murid terdampak.
“Bantuan ini diharapkan meringankan beban orang tua sekaligus mengembalikan semangat belajar anak-anak,” ujar Mu’ti.
Ia mengungkapkan, sejak banjir melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan pemulihan pendidikan senilai lebih dari Rp13 miliar.
Bantuan tersebut meliputi 109 unit tenda darurat, 7.600 paket schoolkit, 2.000 pasang sepatu, serta 80 paket sekolah darurat, termasuk layanan trauma healing bagi murid dan keluarga terdampak.
“Keberlanjutan pendidikan di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas pemerintah,” katanya.
Ia berharap sekolah dapat kembali menjadi ruang aman, inklusif, dan penuh harapan bagi anak-anak. “Program pemulihan pembelajaran akan terus dilakukan dengan pendekatan yang fleksibel dan diferensiatif sesuai kondisi murid, lingkungan, dan sekolah, serta melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ucapnya. (nas)







