INDOPOSCO.ID – Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) bersama UPT Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kecamatan Sendana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kepada keluarga berisiko stunting (KRS) di Kelurahan Mosso dan Desa Lalatedzong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (5/1/2026).
Program GENTING merupakan inisiatif Kementerian Kependudukan dan Pembamgunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang menekankan pendekatan kolaboratif dan kepedulian sosial dalam upaya menurunkan angka stunting. Program ini dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dari keluarga kurang mampu agar tumbuh kembang anak tetap berjalan optimal.
Sementara itu, hasil refleksi menunjukkan masih ada sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan di 2026.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, menyebut terjadi penurunan pada Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR), unmet need meningkat, dan kebutuhan ber-KB pascapersalinan belum terpenuhi.
“Tiga hal ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya pada pertemuan Refleksi Program Bangga Kencana Tahun 2025, pada akhir Desember, di Banjarmasin.
Meski demikian, Farah Adibah mengatakan ada perbaikan kinerja internal sepanjang tahun 2025, khususnya dari aspek kedisiplinan pegawai. “Dibandingkan tahun 2024, tahun 2025 ini alhamdulillah terjadi peningkatan signifikan, termasuk kedisiplinan pegawai yang jauh lebih baik,” tambahnya.
Sebagai upaya efisiensi dan keberlanjutan program, Farah Adibah mendorong pentingnya optimalisasi penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di tahun 2026. “Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD jauh lebih efisien dan aman,” tegasnya. (ney)







