INDOPOSCO.ID – Stadion Manahan tak sekadar menjadi venue pertandingan, tetapi kini menjelma sebagai harapan terakhir Persis Solo untuk membalikkan nasib. Minggu (4/1/2026) sore WIB, Laskar Sambernyawa akan menjamu Persita Tangerang pada pekan ke-16 Super League 2025/26, dengan satu tekad yang sama, menghentikan puasa kemenangan yang terasa semakin menyesakkan.
Rentetan hasil minor membuat Persis terpuruk di dasar klasemen. Dari 15 laga yang telah dilalui, hanya satu kemenangan yang berhasil diraih, yakni saat pekan pembuka musim ketika menundukkan Madura United FC dengan skor 2-1. Selebihnya, empat hasil imbang dan 10 kekalahan menjadi catatan pahit yang menempatkan Persis di posisi ke-18 dengan raihan tujuh poin.
Namun di tengah tekanan yang kian berat, pelatih Milomir Seslija justru melihat sinyal kebangkitan dari anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa kondisi tim berada dalam situasi yang jauh lebih siap dibandingkan sebelumnya.
“Kami berambisi untuk menang pada laga ini, dan belakangan saya melihat pemain mengalami progres kemajuan dalam latihan. Mereka sangat kompetitif dan cara pandang pemain menjadi lebih baik. Mereka siap bekerja keras di pertandingan lawan Persita,” kata Milo -sapaan Milomir Seslija- dalam keterangan resmi klub, Minggu (4/1/2026).
Tak hanya fokus pada peningkatan internal, tim kepelatihan Persis juga menyiapkan pendekatan khusus untuk meredam permainan Pendekar Cisadane yang dikenal rapi dan disiplin. Analisis mendalam dilakukan demi memastikan Persis tak kembali terpeleset di kandang sendiri.
“Kita sudah bersiap melawan tim yang memiliki organisasi cukup baik. Meski mereka akan merepotkan, tapi kami sudah mempersiapkan taktik untuk akan mengatasi itu,” ucap pelatih asal Bosnia itu.
Lebih dari sekadar taktik, Milo menekankan pentingnya ketenangan mental. Ia ingin para pemain membebaskan diri dari bayang-bayang hasil buruk di masa lalu dan fokus sepenuhnya pada proses di lapangan.
“Jika punya cara pandang yang baik, fokus kita untuk memperbaiki diri akan terjaga sehingga kita bisa menghapus tekanan yang ada. Ini tantangan tidak mudah, jadi kita harus fokus pada pembenahan diri sendiri dan harus terus belajar dari kesalahan dari pertandingan sebelumnya,” tambahnya.
Laga kontra Persita pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan pekan ke-16. Ini adalah ujian karakter, momentum kebangkitan, sekaligus jawaban apakah Manahan benar-benar bisa menjadi saksi awal perjalanan baru Persis Solo menuju keluar dari keterpurukan. (her)












