INDOPOSCO.ID – Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan bahwa operasi militer AS di Venezuela telah melalui proses perencanaan dan latihan intensif selama berbulan-bulan. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Sabtu (4/1/2026).
Dalam sebuah pengarahan, Caine menjelaskan bahwa misi yang diberi sandi Operasi Absolute Resolve itu dijalankan secara rahasia dan presisi, serta dilaksanakan pada dini hari 2 Januari.
Ia menyebut operasi tersebut sebagai hasil akhir dari rangkaian persiapan dan latihan panjang, seraya menegaskan bahwa misi semacam itu hanya dapat dilaksanakan oleh militer Amerika Serikat.
Caine juga menambahkan bahwa selalu terbuka kemungkinan bagi pasukan AS untuk kembali menjalankan operasi serupa di masa mendatang.
Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan operasi militer berskala besar di Venezuela.
Trump juga mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa ke luar negeri seperti dilansir Sputnik-OANA melalui Antara.
Sementara itu, sejumlah laporan media menyebutkan terjadinya ledakan di Caracas dan mengklaim operasi tersebut melibatkan personel dari unit elite Delta Force Amerika Serikat. (aro)











