INDOPOSCO.ID – Pertamina EP Zona 7 rai tiga penghargaan pada ajang Indonesia SDGs Award (ISDA) 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (17/12/2025). Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Ajang ISDA 2025 diikuti hampir 100 perusahaan dari berbagai sektor industri dengan total 175 program yang dinilai secara ketat, independen, dan objektif oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi, serta pakar pembangunan berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut, Pertamina EP Zona 7 berhasil meraih Penghargaan Platinum melalui Program Purnama Subang yang berkontribusi pada pencapaian SDGs poin 8.3 (b). Selain itu, dua Penghargaan Gold diraih melalui Program Kampung Adat Lelea yang mendukung SDGs poin 11.7, serta Program Kampung Seni Budaya Khas Betawi (Kang Bekasi) yang berkontribusi pada SDGs poin 8.3 (a).
Head of Communication, Relations & CID Zona 7, Wazirul Luthfi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan program CSR yang terintegrasi dengan strategi bisnis.
“Raihan tiga penghargaan pada Indonesia SDGs Award 2025 ini menjadi bentuk pengakuan atas upaya berkelanjutan Pertamina EP Zona 7 dalam mendukung pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami di Jawa Barat,” ujarnya.
Menurutnya, program-program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada dampak jangka pendek, tetapi dirancang untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi program CSR agar kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan,” tambahnya.
Program Purnama Subang merupakan inisiatif pemberdayaan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Provisi Jawa Barat. Program ini berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengelolaan sampah inovatif, serta pemanfaatan energi terbarukan guna mendorong kemandirian ekonomi dan reintegrasi sosial purna PMI.
Sementara itu, Program Kampung Adat Lelea dilaksanakan di Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, sebagai upaya pelestarian adat dan kearifan lokal, khususnya tradisi Ngarot. Program ini dilakukan melalui pendokumentasian budaya dan edukasi generasi muda untuk menjaga keberlanjutan ruang budaya lokal.
Adapun Program Kampung Seni Budaya Khas Betawi (Kang Bekasi) dijalankan di Desa Kedungjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis pelestarian seni dan budaya Betawi melalui pengembangan unit usaha kesenian guna meningkatkan peluang kerja dan ekonomi masyarakat.
Melalui capaian ini, Pertamina EP Zona 7 menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan operasi hulu migas yang andal dengan tetap mengedepankan tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan, sejalan dengan upaya mendukung pencapaian target SDGs di Indonesia. (ibs)









