• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bermula dari 10 Meter Kain, Kini UMKN Batik Binaan BRI Ini Tembus Pasar Internasional

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 19 Desember 2025 - 18:18
in Ekonomi
brii

Display Batik Canting Asasi tidak terlepas dari peran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Situasi pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi beberapa tahun lalu menjadi titik balik bagi Rita Nova Omala, pengusaha UMKM dan pengrajin batik asal Padang Panjang, Sumatera Barat. Di tengah keterbatasan gerak saat masa pandemi, lahirlah Batik Canting Asasi, usaha batik khas Padang Panjang yang kini tak hanya di kenal di Sumatera Barat tetapi juga merambah secara nasional dan luar negeri.

Perkembangan Batik Canting Asasi tidak terlepas dari peran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang, yang secara konsisten hadir mendampingi para pelaku UMKM. Mulai dari pelatihan dan pendampingan usaha, promosi digital, hingga fasilitasi ekspansi pasar.

BacaJuga:

PGE Sabet PROPER Emas Ke-15, Panas Bumi Hadirkan Dampak Nyata

UMKM Indonesia Go Global lewat Momentum APCS 2026 di Belawan

Komitmen Keberlanjutan UT Berbuah PROPER Hijau dan Biru 2025

Rita Nova Omala mengawali usahanya pada November 2021. Awalnya, modal usaha Rita sangat minim. Ia hanya modal kain 10 meter, dari kain itu, ia membuat tiga baju yang dijual, lalu hasilnya diputar kembali untuk modal produksi. Kini, usaha itu berkembang pesat dan mulai dikenal luas setelah aktif berpromosi melalui TikTok, Instagram, dan mengikuti berbagai pameran.

Nama Batik Canting Asasi terinspirasi dari Masjid Asasi, masjid tertua di Padang Panjang yang berada di Kelurahan Sigando, tempat tinggal dari Owner Rita Nova. Masjid ini menjadi inspirasi utama dalam desain dan filosofi batik yang diciptakan.

“Keunikan Batik Canting Asasi ada di sanggar membatik. Kami memakai pewarna alami yang lembut dan klasik. Kami memanfaatkan limbah seperti kulit jengkol dan biji pinang untuk bahan pewarna. Hasilnya lebih ramah lingkungan dan warnanya lebih awet,” jelas Rita.

Saat ini Batik Canting Asasi memiliki berbagai macam motif diantaranya Asasi, Barara, dan Panen. Motif Asasi menjadi favorit karena menggambarkan nilai budaya dan religi masyarakat setempat. Selain kain batik, sanggar ini juga memproduksi pakaian jadi seperti jaket, blazer, hingga setelan resmi yang digunakan berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah.

Batik Canting Asasi bukan sekadar usaha kreatif, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat awal berdiri, usaha ini hanya melibatkan empat orang. Kini, sudah ada 15 pekerja dan pengrajin, sebagian besar perempuan dan lansia.

“Ada yang melukis, mencap, mewarnai, dan membuat jambul pada selendang. Kami juga memberdayakan lansia untuk membuat jambul. Beragam, ada yang usia 18, 24, 27 tahun sampai 60 tahun. Jadi dari milenial sampai lansia”, tutur Rita.

BRI memiliki peran besar dalam perjalanan Batik Canting Asasi. Melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang, Rita mendapat banyak pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan mengikuti pameran skala nasional seperti BRI BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang berlangsung di BSD, Tangerang.

“BRI selalu mendukung kami. Kalau ada pameran, ada staf BRI yang datang mendampingi dan menanyakan kebutuhan kami. Kami juga pernah dipercaya jadi narasumber pelatihan untuk teman-teman disabilitas. Sekarang sudah ada penyandang disabilitas yang bekerja di sanggar kami,” ungkap Rita.

Selain pelatihan dan pameran, BRI juga membantu membuatkan e-katalog produk agar bisa menjangkau pembeli digital. Langkah itu menjadi terobosan penting untuk promosi dan memperluas pasar. Hasilnya, Batik Canting Asasi berhasil mendapatkan pesanan dari konsumen yang ada di luar negeri. Dikirim ke Jepang, Singapura, Malaysia, hingga Arab Saudi.

“Memang belum banyak, baru sekitar 5-10 potong. Kami senang karena produk kami bisa sampai ke sana tanpa perantara. Semua berkat promosi lewat media sosial dan dukungan dari BRI,” kata Rita bangga.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Program pembinaan UMKM ini menjadi bagian penting dari komitmen BRI untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga saat ini BRI telah membina 54 Rumah BUMN BRI dan melaksanakan lebih dari 17 ribu pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

“Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai program pemberdayaan BRI seperti pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ungkapnya. (srv)

Tags: batikbriPasar InternasionalUMKNUMKN Batik Binaan BRI

Berita Terkait.

pge
Ekonomi

PGE Sabet PROPER Emas Ke-15, Panas Bumi Hadirkan Dampak Nyata

Kamis, 9 April 2026 - 11:23
umkm
Ekonomi

UMKM Indonesia Go Global lewat Momentum APCS 2026 di Belawan

Kamis, 9 April 2026 - 11:11
dalem
Ekonomi

Komitmen Keberlanjutan UT Berbuah PROPER Hijau dan Biru 2025

Kamis, 9 April 2026 - 10:50
sawit
Ekonomi

Investasi SDM Sawit, Langkah Nyata BPDP untuk Masa Depan Industri

Kamis, 9 April 2026 - 10:40
Grandmax
Ekonomi

4 Inovasi Gran Max, Jawaban Daihatsu untuk Kebutuhan UMKM hingga Logistik

Kamis, 9 April 2026 - 06:10
Mitsubishi
Ekonomi

Zero Down Time: Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Roda Logistik Tetap Berputar

Kamis, 9 April 2026 - 01:15

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.